Bankir Asia Menghadapi Sepinya Deal Bisnis karena Corona, Banyak Penundaan

292
Photo: Vibizmedia

(Vibiznews – Banking) – Sejumlah bankir di Asia bersiap-siap menghadapi sepinya deal bisnis dengan tertundanya banyak agenda penting dan roadshow untuk membatasi penyebaran epidemi virus corona.

Dilansir dari CNBC, Rabu (12/2), beberapa lelang aset diberitakan menghadapi penundaan atau penilaian ulang, selain persiapan IPO di China juga melambat, kata seorang bankir.

“Semua deal ditahan sekarang, baik di pasar modal ataupun M&A (merger and acquisition). Tidak ada yang berjalan,” kata seorang investment bankir senior yang berbasis di Hong Kong.

Baring Private Equity Asia diperkirakan akan memperpanjang tenggat waktu penawaran penjualan HCP, sebuah bisnis packaging di Shanghai yang bernilai sekitar $ 1 miliar, kata sumber yang mengetahui kesepakatan itu.

Peluncuran proses penjualan Eu Yan Sang International, sebuah perusahaan perawatan kesehatan di Singapura yang dengan spesialisasi obat-obatan Tiongkok, kemungkinan akan ditunda, kata dua sumber. Mereka mengatakan perusahaan berharap nilai perusahaannya lebih dari $ 500 juta.

Lainnya, penjualan satu perusahaan, yang sebagian dimiliki oleh Temasek Holdings dengan bisnisnya di Hong Kong, sedang diundur karena target pembelinya sebagian besar dari China.

“Setiap transaksi yang berhubungan dengan China dibatalkan, sehingga itu berarti akan batal sepanjang Q1. Pembeli dari Eropa dan AS juga khawatir untuk bepergian ke Asia,” kata seorang bankir di Singapura.

Bank-bank besar di Hong Kong dan Singapura juga telah membatasi perjalanan ke Cina daratan dan memungkinkan staf untuk bekerja dari rumah, serta juga memindahkan staf lain ke lokasi kantor yang berbeda.

Sejumlah negara telah mengurangi atau membatalkan penerbangan masuk dan keluar dari Cina, sementara Singapura dan Hong Kong telah meminta orang-orang yang kembali dari Tiongkok untuk mengkarantina diri selama 14 hari, demikian dirilis dari CNBC (12/2).

Sebagaimana diketahui, virus ini telah merenggut lebih dari 1.100 nyawa dan telah menyebar ke 24 negara dan wilayah lain.

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here