Forex Hari Ini: Apple Terkena Dampak Virus Corona

203

(Vibiznews-Forex) Berikut ini apa yang terjadi pada hari ini yang mempengaruhi pergerakan harga:

Wabah virus corona dari Wuhan terus merebak dengan cepat. Kondisi semakin buruk. Menurut otoritas Cina, penyakit menular yang mematikan ini telah membunuh lebih dari 1.800 orang dan menjangkiti lebih dari 72.000 orang. Sebagian besar kematian dan yang terjangkit berada di Cina. Beijing telah memperketat restriksi pergerakan di Provinsi Hubei dimana kota Wuhan berada. Diluar Cina, yang paling banyak terjangkit adalah mereka yang berada di kapal pesiar Princess Diamond. Inggris bergabung dengan Amerika Serikat di dalam mengevakuasi penduduknya dari kapal pesiar ini di Jepang.

Dampak ekonomi yang negatif sebagai akibat dari wabah virus corona ini terus berkembang. Saat ini Apple, pembuat iPhone telah mengeluarkan peringatan bahwa mereka tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan konsumen karena gangguan produksi dan tutupnya toko-toko di Cina. Pengumuman dari raksasa tehnologi ini telah membebani sentiment pasar dan mendorong harga emas dan yen naik lebih tinggi.

EUR/USD terus diperdagangkan dekat dengan kerendahan 34 bulan di 1.0820 menjelang rilis dari Sentimen Ekonomi ZEW Jerman, yang diperkirakan akan turun setelah sempat pulih pada akhir tahun 2019.

Brexit: David Frost, kepala negosiator Inggris mendesak bahwa negaranya akan membuat peraturannya sendiri setelah periode transisi berakhir. Hal ini menambah keprihatinan menjelang pembicaraan antara Inggris dengan Uni Eropa yang akan dimulai pada bulan Maret, menekan GBP/USD.

Laporan pekerjaan Inggris untuk bulan Desember diperkirakan akan menunjukkan penurunan di dalam pertumbuhan upah namun tingkat pengangguran diperkirakan akan tetap berada pada kerendahan historis di 3.8%. Laporan ini akan memulai keluarnya daftar panjang dari angka-angka ekonomi Inggris untuk minggu ini.

Dolar Australia sedang berada di bawah tekanan disebabkan oleh karena keluarnya risalah pertemuan Reserve Bank of Australia yang menekankan perlunya memperpanjang periode tingkat bunga yang rendah.

Para trader Amerika Serikat kembali aktif setelah liburan akhir minggu yang panjang dan likuiditas pasar siap meningkat.

Harga minyak mentah tetap stabil di level yang rendah dengan Rusia tetap enggan untuk memangkas produksi lebih dalam pada saat berkoordinasi dengan OPEC.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here