Investor Khawatirkan Resesi di Jepang, Nikkei 18 Februari Anjlok Parah

161

(Vibiznews – Indeks) – Perdagangan bursa saham Jepang alami kerugian pada perdagangan hari Selasa (18/02/2020) melanjutkan pelemahan perdagangan sebelumnya, dipicu oleh  kekhawatiran bahwa risiko dari wabah koronavirus dapat mendorong ekonomi ke dalam resesi pada kuartal pertama tahun ini.

Sebelumnya sudah dilaporkan pada kuartal terakhir tahun 2019 ekonomi Jepang menyusut pada laju tercepat dalam 5-1/2 tahun. Data prelim PDB menunjukkan terjadi kontraksi cukup besar pada pertumbuhan ekonomi negara tersebut.

Indeks Nikkei ditutup turun 329 poin atau 1,40% menjadi 23.194. Demikian indeks Nikkei berjangka kontrak bulan Maret mengalami penurunan  62 poin atau 0,27% menjadi 23,138 basis poin, indeks sempat naik ke posisi 23433 dan turun ke posisi  rendah di 23082. Indeks Topix anjlok 1,31% ke posisi 1665.

Anjloknya indeks Nikkei cukup signifikan banyak dipengaruhi oleh anjloknya sektor teknologi yang turun 2,1%,  dengan saham Softbank Group Corp jatuh hampir 5%, menyusul berita bahwa Apple Inc mungkin gagal memenuhi target pendapatan untuk kuartal yang berakhir Maret karena wabah virus.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here