Kerugian Besar Saham Samsung Lemahkan Kospi 18 Februari

174

(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Korea Selatan ambruk pada perdagangan hari Selasa (18/02/2020) di tengah berita bahwa Amerika Serikat mempertimbangkan untuk memberlakukan pembatasan perdagangan yang lebih keras terhadap China. Selain itu juga Won Korea anjlok tajam terhadap dolar AS.

Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) turun 33,29 poin, atau 1,48 persen pada 2.208,88. Namun untuk indeks Kospi200 berjangka alami penurunan 5,10 poin atau 1,68% ke posisi 298.00. Volume perdagangan saham cukup moderat dengan laku 464 juta saham senilai 6,3 triliun won (US $ 5,2 miliar).

Awalnya indeks dibuka melemah menyusul laporan media bahwa pemerintahan Donald Trump dapat membatasi penggunaan peralatan pembuat chip AS untuk lebih menekan China Huawei Technologies Co, yang sudah masuk daftar hitam Washington karena masalah keamanan.

Menurut laporan, AS dapat memaksa pembuat chip global menggunakan peralatan buatan Amerika untuk mendapatkan lisensi sebelum memasok chip mereka ke Huawei. Washington juga mempertimbangkan untuk memblokir ekspor mesin jet buatan General Electric Co, yang dapat membatasi upaya China untuk mengembangkan jet penumpangnya sendiri.

Melihat pergerakan arus cash yang mengalir, terpantau aksi net sell investor institusional  senilai 527 miliar neto, demikian juga dengan investor asing cetak net sell 305 miliar won. Sedangkan dana yang masuk, investor ritel membeli 766 miliar won.

Sektor yang paling besar menekan Kospi sepanjang sesi adalah saham teknologi yang menderita penurunan tajam. Salah satunya saham unggulan  Samsung Electronics jatuh 2,76 persen dan saham  pembuat chip No. 2 SK hynix turun 2,86 persen.

Kemudian disusul anjloknya saham pembuat mobil terkemuka Hyundai Motor turun 2,21 persen  dan saham pembuat baja nomor 1 negara itu POSCO tergelincir 0,46 persen, sementara saham perusahaan kimia terkemuka LG Chem merosot 0,36 persen.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here