Keuntungan Bursa Amerika Belum Pulih Karena Lemahnya Bisnis Apple dan Walmart

230

(Vibiznews – Index) – Bursa saham Amerika pasca libur panjang alami kerugian dengan hanya satu indeks saja berhasil rebound tipis, aksi jual saham akhir pekan lalu berlanjut hingga akhir perdagangan beberapa saat lalu Rabu (19/02/2020). Buruknya sebagian besar kinerja indeks di Wall Street dibatasi oleh kekuatan optimisnya  rilis data ekonomi AS yang memberikan sentimen positif bagi rekor tinggi dolar.

Indeks Nasdaq naik tipis 1,57 poin atau kurang dari sepersepuluh persen menjadi 9.732,74, tetapi indeks Dow Jones  turun 165,69 poin atau 0,6 persen menjadi 29.232,39 dan indeks S&P 500 turun 9,87 poin atau 0,3 persen menjadi 3.370,29.

Kelemahan di Wall Street terjadi setelah raksasa teknologi Apple  memperingatkan pendapatan kuartal kedua yang lebih lemah dari perkiraan. Apple mengatakan pihaknya memperkirakan akan melewatkan perkiraan pendapatan kuartal kedua dari $63 miliar menjadi $67 miliar karena produksi iPhone yang lebih rendah dan permintaan China yang lemah sebagai akibat dari wabah coronavirus.

Berita laba yang mengecewakan dari Walmart  juga membebani pasar setelah raksasa ritel tersebut melaporkan hasil kuartal keempat yang lebih lemah dari yang diharapkan dan memberikan panduan yang mengecewakan.

Sementara itu terdapat sentimen positif yang meninggikan dolar AS yaitu laporan Federal Reserve Bank of New York yang menunjukkan pertumbuhan dalam aktivitas manufaktur New York melihat akselerasi penting di bulan Februari. Indeks  naik menjadi 12,9 pada Februari dari 4,8 pada Januari.

Kemudian laporan yang mengecewakan dirilis oleh  National Association of Home Builders menunjukkan sedikit penurunan kepercayaan pekerja rumah pada bulan Februari.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here