Preview Forex 21 Februari: Safe Haven Yen Tidak Secerah Dolar AS

227

(Vibiznews – Forex) – Kondisi pasar forex perdagangan sesi Asia masih dikuasai aset safe haven, dan dolar AS lebih diminati daripada yen Jepang. Kuatnya dolar AS bertambah setelah rilis data ekonomi perdagangan semalam menunjukkan peningkatan yang menggembirakan.

Kekhawatiran epidemi Coronavirus kembali menjadi sentimen negatif perdagangan aset resiko, diperburuk lagi oleh laporan beberapa perusahaan global yang memperingatkan tentang turunnya hasil penjualan mereka. Bangkitnya kembali kekhawatiran coronavirus ini setelah berita peningkatan jumlah yang terinfeksi di negara-negara tetangga China.

Dolar tetap yang terkuat, meskipun pasangan EURUSD menghabiskan hari konsolidasi di bawah 1,0800 untuk hari kedua berturut-turut, karena kondisi oversold yang ekstrim membuat investor ragu-ragu.

Poundsterling dalam pair GBPUSD jatuh ke posisi terendah baru 2020 di 1,2848, kemudian stabil di sekitar 1,2880, meskipun rilis data Penjualan Ritel Inggris optimis. USDJPY mencapai posisi 112,22, yang merupakan posisi tertinggi multi-bulan. Yen Jepang masih dilanda kekhawatiran resesi ekonomi, sehingga kehilangan daya tarik safe-havennya.

 Berikut katalis penggerak pasar  hari ini perlu diperhatikan:

  1. Bursa saham global ditutup dalam zona merah dengan bursa saham Wall Street retreat dari rekor tingginya. Posisi imbal hasil obligasi AS anjlok cukup signifikan dibawah 1,6%.
  2. Dari laporan risalah FOMC, Fed menegaskan kembali mereka percaya posisi suku bunga pada level mereka saat ini kemungkinan akan tetap sesuai untuk beberapa waktu.
  3. Berita ekonomi Asia akan diramaikan rilis data flash manufaktur dan jasa dari PMI, demikian juga di kawasan Eropa akan dirilis data yang sama. Pada sesi malam akan dirilis juga rilis data flash PMI Amerika Serikat dan data existing home sales.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here