Wabah Virus Menyebar, Bullish Safe Haven – Market Outlook by Alfred Pakasi, 24-28 February 2020

733

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi global pada minggu lalu masih tetap didominasi ketakutan atas cepatnya penyebaran epidemi virus corona, dengan jumlah korban yang terus meningkat di berbagai negara. Berita resmi terakhirnya sudah 2345 orang yang meninggal dan 76,300 lebih orang terinfeksi di China dan menyebar ke 30 negara. Safe haven assets terus diburu dan bullish, harga emas di posisi 7 tahun tertingginya, serta US dollar sempat di 3 tahun terkuatnya.

Minggu berikutnya, isyu wabah penyakit virus corona ini nampaknya masih akan terus mewarnai pergerakan pasar, dengan risiko pelambatan ekonomi global, yang memberikan pilihan lebih kuat kepada aset safe haven. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Market Review and Outlook 24-28 February 2020.

Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia terpantau berupaya rebound dengan sempat rally 4 hari lalu terkoreksi profit taking di hari terakhir. Sementara itu, bursa kawasan Asia umumnya melemah dalam kekhawatiran akan bertambahnya korban wabah virus di luar China. Secara mingguan IHSG ditutup menguat 0.26% ke level 5,882.255. Untuk minggu berikutnya (24-28 Februari 2020), IHSG kemungkinan akan kembali fluktuatif dibayangi sentimen negatif, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di 6005 dan kemudian 6078, sedangkan support level di posisi 5843 dan kemudian 5767.

Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan lalu terpantau melemah ditekan dollar walau BI menurunkan suku bunga acuannya ke 4.75%, sementara dollar global perkasa dan sempat bertengger di 3 tahun terkuatnya, sehingga rupiah secara mingguan melemah 0.82% ke level Rp 13,765. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan masih dalam uptrend, kemungkinan pergerakan bias negatif bagi rupiah, dalam range antara resistance di level Rp13,861 dan Rp13,870, sementara support di level Rp13,595 dan Rp13,573.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

  • Dari kawasan Amerika: berupa rilis data CB Consumer Confidence pada Selasa malam; disambung dengan rilis Durable Goods Orders dan Prelim GDP q/q pada Kamis malam; berikutnya data Chicago PMI pada Jumat malam.
  • Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data German Ifo Business Climate pada Senin sore; diikuti dengan rilis German Prelim CPI pada Jumat sore.
  • Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis data Manufacturing PMI China pada Sabtu pagi.

 

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara umum perkasa dengan sempat ke level sekitar 3 tahun tertingginya, lalu di hari terakhir terseok oleh data manufaktur AS yang stagnan, dimana indeks dolar AS secara mingguan berakhir menguat ke 99.26. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau menguat tipis ke 1.0848. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.0958 dan kemudian 1.1097, sementara support pada 1.0777 dan 1.0571.

Pound sterling minggu lalu terlihat melemah ke level 1.2964 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.3216 dan kemudian 1.3285, sedangkan support pada 1.2848 dan 1.2769. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir menguat ke level 111.58.  Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 112.22 dan 112.41, serta support pada 109.84 serta level 108.31. Sementara itu, Aussie dollar terpantau melemah ke level 0.6626. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.6775 dan 0.6934, sementara support level di 0.6527 dan 0.6245.

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum melemah oleh ketakutan wabah virus corona dengan WHO mengindikasikan adanya potensi kenaikan korban di luar China. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir melemah ke level 23,386. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 23995 dan 24115, sementara support pada level 23133 dan lalu 22775. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah ke level 27,308. Minggu ini akan berada antara level resistance di 28055 dan 28492, sementara support di 27029 dan 26642.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau cenderung melemah oleh kekhawatiran pasar atas pelambatan ekonomi karena bertambahnya korban dan kasus wabah corona. Indeks Dow Jones secara mingguan melemah ke level 28,992.41, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 29410 dan 29568, sementara support di level 28892 dan 28697. Index S&P 500 minggu lalu menguat ke level 3,337.75, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 3393 dan 3450, sementara support pada level 3313 dan 3212.

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau menanjak kuat ke level 7 tahun tertingginya, terdongkrak oleh kekhawatiran penyebaran wabah virus yang cepat dan akan memukul perekonomian dunia, sehingga harga emas spot menguat tajam 3,53% ke level $1,643.05 per troy ons, posisi 7 tahun tertingginya. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1649 dan berikut $1685, serta support pada $1579 dan $1547.

Berita-berita yang datangnya dari bursa aset investasi di kawasan Asia, Eropa dan Amerika kerap kali memengaruhi pasang surutnya pasar investasi. Baik itu karena faktor non ekonomi seperti epidemi virus, atau faktor ekonomi seperti suku bunga atau paket stimulus. Satu saat sepertinya memberi harapan, pada kesempatan lain memutuskan ekspektasinya. Sangat tidak menentu. Kita tidak menyalahkan pasar atas hal tersebut. Pasar tidak pernah salah. Kita, sebagai investor, yang harus mengerti siapa pasar, apa perilakunya, serta bagaimana penyebabnya. Vibiznews.com dapat menjadi pendukung bagi Anda untuk memahami pasar investasi lebih baik. Bagi Anda kami selalu hadir mendampingi. Saat ini, kami sampaikan terimakasih kepada para members yang telah bersama terus dengan kami, partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here