Harga Karet Sumsel Tambah Mahal, Sicom dan SHFE Tertekan Corona

956

(Vibiznews – Commodity) – Harga karet di Indonesia perdagangan hari Senin (24/02/2020)  lebih tinggi dari harga yang diinformasikan akhir pekan lalu oleh pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Sepanjang perdagangan pekan lalu harga karet Sumsel terpantau bergerak naik cukup signifikan.

Harga indikasi untuk kondisi Karet Kering (KKK) 100% per tanggal 24 Februari 2020 berada di posisi Rp.15301/kg, lebih tinggi dari posisi harga akhir pekan lalu di posisi Rp.15170/kg atau alami kenaikan 0,86%.  Secara mingguan  alami peningkatan harga cukup tinggi, naik 3,3% dari posisi harga karet tanggal 17 Februari di posisi Rp.14812/kg.

Untuk harga karet di pasar internasional, khususnya karet berjangka sedang alami penurunan cukup signifikan di bursa komoditi Singapura (Sicom) dan juga China (SHFE). Namun untuk harga karet Tocom tidak bergerak dikarenakan pasar keuangan Jepang sedang libur.

Harga karet berjangka acuan SICOM untuk kontrak bulan Mei 2020 perdagangan hari ini ditutup anjlok 2,25% atau US$3,1 ke posisi US$ 134,8/kg. Demikian juga terjadi penurunan harga karet di bursa SHFE, kontrak berjangka bulan Mei 2020 turun 350 yuan ke posisi 11400 yuan/ton. Anjloknya harga karet di 2 bursa diatas akibat profit taking dipengaruhi gejolak pasar Asia akibat meningkatnya kekhawatiran virus Corona.

Informasi harga karet di Sumsel ini dihimpun oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan  melalui Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel yang bekerjasama dengan Gapkindo Sumsel yang diumumkan di laman resmi Pemprov Sumatera Selatan.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here