Nikkei 27 Februari Alami Kerugian Terburuk Sejak Oktober 2019, Saham Eksportir Paling Menderita

150

(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Jepang  perdagangan hari Kamis (27/02/2020), ditutup dengan indeks Nikkei  anjlok parah di tengah kekhawatiran tentang gangguan ekonomi akibat wabah virus. Selain itu, kekhawatiran meningkat setelah berita bahwa jumlah infeksi virus di dalam China diambil alih oleh kasus baru di negara lain.

Kemudian pasar dipengaruhi pernyataan Perdana Menteri Shinzo Abe  meminta panitia untuk membatalkan atau menunda acara olahraga atau budaya besar selama dua minggu ke depan.

Indeks Nikkei ditutup anjlok 478 poin atau 2,1% ke posisi 21.948, ke posisi terburuk sejak Oktober 2019. Demikian juga untuk indeks Nikkei berjangka kontrak bulan Maret masih  bergerak lebih rendah dari perdagangan sebelumnya, turun   dengan kenaikan  272 poin atau 1,21% menjadi 22,072 basis poin, indeks sempat naik ke posisi 22500 dan turun ke posisi  rendah di 21840.

Melihat pergerakan sektoral Nikkei, terpantau semua masuk zona merah dan bergerak turun dalam kisaran 2 hingga 3%. Di antara saham individu yang terpukul akibat sentimen diatas yaitu  saham eksportir seperti saham Sony anjlok 4,22%, saham Hitachi turun 4,17%, saham Panasonic turun 4,35% dan saham Suzuki anjlok 3,08%.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here