Pandemi Virus Corona: Pasar Khawatir Pelambatan Ekonomi – Market Outlook by Alfred Pakasi, 9-13 March 2020

609

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi global pada minggu lalu terus didominasi ketakutan investor atas prospek pelambatan ekonomi global oleh pandemi virus corona, dengan jumlah korban wabah virus yang terus meningkat di berbagai negara. Berita resmi terakhirnya hampir 3500 orang sudah meninggal dan 102 ribu lebih orang terinfeksi di dunia, dan menyebar ke 97 negara, termasuk Indonesia. The Fed secara tidak terduga memangkas suku bunga acuannya 50 bps dan investor global cenderung memilih safe haven assets. Harga emas melaju kembali, dan US dollar tergerus ke level hampir setahun terendahnya.

Minggu berikutnya, isyu pandemi virus corona ini masih akan terus mewarnai pergerakan pasar, dengan risiko pelambatan ekonomi global, yang membuat investor semakin berhati-hati. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Market Review and Outlook 9-13 March 2020.

Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia terpantau fluktuatif, dari rebound tajam kemudian terkoreksi di 2 hari terakhirnya mengikuti sentimen kawasan. Sementara itu, bursa kawasan Asia umumnya melemah dalam kekhawatiran atas cepatnya penyebaran wabah virus di luar China. Secara mingguan IHSG ditutup menguat 0.84% ke level 5,498.540. Untuk minggu berikutnya (9-13 Maret 2020), IHSG kemungkinan masih belum stabil dan terkoreksi di awal pekan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di 5814 dan kemudian 5960, sedangkan support level di posisi 5288 dan kemudian 5228.

Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan lalu terpantau fluktuatif dipengaruhi masuk keluarnya dana asing dan BI yang meluncurkan kebijakan stimulus, sementara dollar global banyak diterpa tekanan, sehingga rupiah secara mingguan menguat 0.25% ke level Rp 14,230. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan masih fluktuatif, kemungkinan bias positif bagi rupiah, dalam range antara resistance di level Rp14,420 dan Rp14,435, sementara support di level Rp14,095 dan Rp13,873.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

  • Dari kawasan Amerika: berupa rilis data Core CPI m/m, Crude Oil Inventories pada Rabu malam; disambung dengan rilis Core PPI m/m pada Kamis malam; berikutnya data Prelim UoM Consumer Sentiment pada Jumat malam.
  • Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data Annual Budget Release Inggris pada Rabu sore; diikuti dengan rilis pengumuman ECB Main Refinancing Rate pada Kamis malam yang diperkirakan bertahan di level rendah 0.00%.
  • Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis data Trade Balance China pada Senin pagi.

 

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara umum terkoreksi ke posisi 8 bulan lebih terendahnya, tertekan oleh pemangkasan bunga the Fed 50 bps, merosotnya yield Treasury AS ke rekor terendah, serta prediksi pasar akan ada pemangkasan bunga the Fed lagi bulan ini, dimana indeks dolar AS secara mingguan berakhir melemah tajam ke 95.95. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau menguat tajam ke 1.1284, posisi 8 bulan tertingginya. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.1356 dan kemudian 1.1414, sementara support pada 1.1095 dan 1.0879.

Pound sterling minggu lalu terlihat menguat ke level 1.3050 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.3216 dan kemudian 1.3285, sedangkan support pada 1.2725 dan 1.2515. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir melemah ke level 105.28.  Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 107.73 dan 108.58, serta support pada 105.00 serta level 104.45. Sementara itu, Aussie dollar terpantau menguat ke level 0.6650. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.6751 dan 0.6775, sementara support level di 0.6433 dan 0.6245.

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum melemah oleh investor yang khawatir pelambatan ekonomi global akibat wabah virus corona. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir melemah tajam ke level 20,749. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 21720 dan 22456, sementara support pada level 20554 dan lalu 20174. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat tipis ke level 26,146. Minggu ini akan berada antara level resistance di 28055 dan 28492, sementara support di 25989 dan 25521.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau masih menguat dalam pasar yang volatile di antara investor yang khawatir dampak virus terhadap pelambatan ekonomi. Indeks Dow Jones secara mingguan menguat ke level 25,864.78, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 27102 dan 28403, sementara support di level 24681 dan 24323. Index S&P 500 minggu lalu menguat ke level 2,972.37, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 3136 dan 3182, sementara support pada level 2855 dan 2835.

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau menguat signifikan dengan membukukan gain mingguan terbesarnya dalam 11 tahun oleh suramnya prospek ekonomi global karena wabah virus dan melonjaknya permintaan safe haven, sehingga harga emas spot menguat tajam 4,44% ke level $1,665.60 per troy ons, mendekati level 7 tahun tertingginya. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1692 dan berikut $1703, serta support pada $1582 dan $1565.

Pasar kadangkala berpola tidak jelas, bahkan bisa dalam volatilitas atau fluktuasi yang panjang seperti pasar belakangan ini. Apakah itu berarti undur dari pasar bagi seorang investor? Belum tentu juga. Pasar demikian kadang malah menarik untuk para pelaku trading yang agresif. Dengan mengandalkan analisis teknikal yang tepat bisa mengoleksi kumpulan profit secara cepat. Cepat masuk, cepat keluar. Sangat memungkinkan. Namun, lagi-lagi, ketersediaan waktu bisa merupakan kendala besar bagi seorang investor apalagi mereka yang masih ada pekerjaan utama sehari-harinya. Untuk isyu demikian, vibiznews bisa menggantikan Anda dalam analisis pasar secara kontinyu, nyaris tanpa henti sepanjang minggu. Untuk Anda para members loyal, disampaikan terimakasih telah bersama terus dengan kami, partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here