Harga Minyak Menuju Kemerosotan Mingguan 20 Persen

414

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak menuju penurunan mingguan terburuk sejak krisis keuangan 2008, meskipun rebound pada hari Jumat. Investor masih tertekan atas penurunan permintaan akibat pandemi coronavirus dan peningkatan produksi oleh negara-negara produsen minyak.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS naik $ 1,73, atau 5,49%, menjadi $ 33,23 per barel setelah jatuh lebih dari $ 1 pada awal sesi. WTI diperkirakan turun hampir 21% minggu ini, juga yang terbesar sejak puncak krisis keuangan.

Harga minyak mentah berjangka Brent naik $ 1,90, atau 5,72%, pada $ 35,12 per barel setelah jatuh lebih dari 7% pada hari Kamis. Untuk minggu ini, Brent akan turun sekitar 24%, penurunan mingguan terbesar sejak Desember 2008, ketika turun hampir 26%.

Keputusan AS menagguhkan perjalanan dari negara-negara Eropa ke AS diperkirakan mengurangi permintaan minyak mentah.

Banjir minyak dengan harga rendah dari Arab Saudi, eksportir terbesar dunia, dan Uni Emirat Arab mengintensifkan tekanan pada harga setelah jatuhnya harga akibat gagalnya kesepakatan perjanjian dengan Rusia minggu lalu.

Rusia, produsen terbesar kedua di dunia, tampaknya tidak mau kembali ke perjanjiannya dengan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC).

Produsen minyak dalam negeri bertemu dengan Menteri Energi Rusia Alexander Novak pada hari Kamis tetapi tidak membahas kembali ke kesepakatan, dengan kepala Gazprom Neft mengatakan mereka berencana untuk meningkatkan produksi pada bulan April.

Di tempat lain pasar ekuitas menelusuri kembali kerugian besar sebelumnya setelah pasar AS turun paling banyak sejak Black Monday pada 1987 pada Kamis.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak akhir pekan ini berakhir positif terpicu bargain hunting memanfaatkan murahnya harga minyak. Untuk perdagangan mendatang diperkirakan akan mencermati sentimen akhir minggu ini, jika datang sentimen bearish seperti pandemi coronavirus dan peningkatan produksi negara produsen minyak, akan menekan harga minyak. Harga minyak mentah berjangka AS bulan April diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $ 33.59-$ 34.78, namun jika harga turun akan bergerak dalam kisaran Support $ 31.49-$ 30.30.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here