Weekly Market Mover – Soft Commodities : Coffee, Sugar & Cocoa

279

(Vibiznews – Commodity)  – Pada akhir minggu ini harga soft commodities mixed, harga kopi dan kakao turun sedangkan harga gula naik.

Harga kopi turun  pada hari Jumat, untuk hari ke tiga berturut-turut karena penyebaran dari virus corona menurunkan permintaan untuk komoditi termasuk kopi.

Harga gula pada hari Jumat  kembali naik mengikuti kenaikan dari harga minyak mentah, karena jika harga minyak naik maka permintaan etanol akan meningkat sehingga tebu dibuat menjadi etanol, persediaan gula menjadi kurang.

Harga kakao di New York turun ke terendah 2 ½ bulan karena indeks dolar naik ke tertinggi dua minggu.

Adapun pergerakan pasar soft commodities pada minggu ini perinciannya adalah sebagai berikut:

Harga kopi Arabika Mei di ICE New York pada hari Jumat turun $2.10 sen menjadi $106.75 per pound dan Harga  kopi Robusta turun 0.64%.

 Faktor Penggerak Pasar Kopi:

  • Produksi kopi dunia ( Oktober – September) di 2019/20 akan turun 0.8% dari tahun lalu menjadi 168.86 juta kantong menurut ICO.
  • Konsumsi kopi global naik 0.7% dari tahun lalu mencapai rekor 169.3371 juta kantong menurut ICO
  • Pasar kopi dunia menjadi defisit di 2019/20 sebesar 476,000 juta kantong dari surplus 2.124 juta kantong di 2018/19 menurut ICO.
  • Ekspor kopi Brazil di 2019 mencapai rekor 36.2 juta kantong.
  • Ekspor kopi Vietnam di bulan Februari naik 19.8% dari bulan lalu menjadi 173,789 MT dan ekspor kopi Robusta Januari – Februari naik 1% dari tahun lalu menjadi 319,207 MT menurut Vietnam General Statistics Office.

Harga gula Mei di ICE New York naik  8 sen (0.69%) menjadi $11.70 per pound dan harga gula Mei di ICE London naik 0.25%

Faktor penggerak Pasar Gula :

  • Produksi gula dunia di 2019/20 (April – Maret) turun 4.8% dari tahun lalu menjadi 166.7 MMT setelah pada tahun lalu naik 0.6% mencapai rekor 185.2 MMT di 2018/19 menurut ISO.
  • Pasar gula di tahun 2019/20 akan menjadi defisit 9.4 MMT tertinggi defisit dalam 11 tahun, dari surplus 1.7 MMT di 2018/19 menurut ISO.
  • Produksi gula Brazil, produsen gula dunia di 2019/20 naik 17.4% dari tahun lalu  1 MMT setelah produksi di 2018/19 April – Maret turun 17.2% dari tahun lalu menjadi 11 year terendah menjadi 31.4 MMT menurut Conab.
  • Produksi gula India, produsen gula kedua dunia, turun 15% dari tahun lalu ke tiga tahun terendah di 28 MT karena kekeringan dan penundaan musim monsoon menurut India’s National Federation of Cooperative Sugar Factories Ltd.

Harga kakao Mei di ICE New York turun $70 (2.81%) menjadi $2,425 per ton, sedangkan harga kakao Mei di ICE London turun 0.70%.

Faktor Pengerak Pasar Kakao :

  • Produksi kakao dunia di 2019/20 (Oktober – September) naik 1.7% dari tahun lalu menjadi 4.824 MMT menurut ICCO.
  • Produksi kakao bubuk naik 1.2% dari tahun lalu mencapai rekor 4.861 MMT menurut ICCO.
  • Pasar kakao dunia menjadi defisit -85,000 MT di 2019/20 turun dari defisit 107,000 MT di 2018/19.
  • Pada tahun 2019/20 ratio persediaan/pengilingan turun ke terendah 36 tahun menjadi 31.5% dari 33.6% di 2018/19.
  • Produksi Ivory Coast di 2019/20 ( panen utama Oktober – Maret, panen pertengahan Mei – Agustus ) diperkirakan naik 1.2% dari tahun lalu menjadi 2.18 MMT
  • Produksi Ghana 2019/20 (panen utama September – Maret, panen pertengahan Mei – Agustus ) diperkirakan naik 2.3% dari tahun lalu menjadi 850,000 MMT menurut ICCO.

Loni T / Analyst Vibiz Learning Centre – Vibiz Consulting Group

Editor : Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here