Nikkei 19 Maret Turun ke Posisi Terendah Sejak November 2016 Karena COVID-19

275
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Indeks) – Mengakhir perdagangan saham  di bursa Jepang hari Kamis (19/03/2020) indeks Nikkei ditutup di posisi terendah dalam 3-1/2 tahun baru yang  dipengaruhi kekhawatiran atas kejatuhan ekonomi dari pandemi COVID-19 semakin dalam, dengan stimulus darurat dari bank sentral gagal menghentikan kepanikan.

Selain itu, Deputi Bank Jepang Givernor Masayoshi Amamiya mengatakan bahwa wabah tersebut telah menyebabkan kerusakan besar pada ekonomi global dan dampaknya kemungkinan akan bertahan untuk beberapa waktu. Penurunan indeks juga mengikuti ekuitas AS yang tertahan semalam karena ketidakpastian stimulus dan kekhawatiran resesi.

Dari berita ekonomi hari ini, inflasi harga konsumen Jepang secara tak terduga turun menjadi 0,4% yoy pada bulan Februari dan tingkat inflasi inti tahunan turun menjadi 0,6% dari 0,8%, tetap jauh di bawah target Bank of Japan 2%.

Indeks Nikkei ditutup anjlok 174 poin atau 1%  pada 16.553 dan sempat naik  ke posisi tinggi di 17139 dan posisi rendah 16227 yang merupakan posisi terendah sejak perdagangan 16 November 2016. Kini indeks Nikkei berjangka bulan Juni 2020 bergerak positif dengan naik 185 poin atau 1,21% ke posisi 16.710.  

Melihat pergerakan sektoral Nikkei, semua sektor masih betah di zona merah dengan saham teknologi memimpin penurunan, diikuti oleh saham energi setelah jatuhnya harga minyak.

 

Jul Allens / Analis Pusat Penelitian Senior Vibiz-Vibiz Consulting  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here