Setelah Sempat Alami Trading Halt, IHSG Ditutup Anjlok 5.35% Pada Sesi Pertama

1200

(Vibiznews – IDX Stocks) – Sesi pertama IHSG siang ini ditutup anjlok ke level 4099.09, anjlok 5.35% atau 231.58 poin dan sempat sentuh level terendahnya di level 4097.80. Demikian juga dengan indeks LQ45, ditutup turun tajam 6.83% atau 44.76 poin ke level 610.87 dan sempat turun ke level terendah pada sesi ini di 610.80. Dan sampai akhir sesi pertama ini IHSG telah turun sebanyak 34.88 persen dalam 30 hari perdagangan terakhir.

Dari catatan perdagangan terlihat ada 353 saham yang harganya turun dan 32 saham yang naik sementara yang tidak berubah ada 78 saham. Jumlah saham yang diperdagangkan ada sebanyak 2.93 miliar lembar saham dengan nilai sebesar Rp.2.448 triliun.

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali membekukan sementara (trading halt) selama 30 menit perdagangan saham hari Kamis (19/3)setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun lebih dari 5% pada pukul 09:37 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS). Dan telah dilanjutkan kembali pada pukul 10:07 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan, demikian pernyataan resmi BEI dalam rilisnya hari ini.

Trading halt berlaku otomatis setelah IHSG turun sebesar 5% dan sampai hari ini BEI telah melakukan 4 kali trading halt. Tiga trading halt yang terakhir terjadi hari Kamis (12/3) pukul 15:33 JATS, yang kedua pada hari Jumat (13/3) pada pukul 09:15 JATS dan yang ketiga terjadi pada hari Selasa (17/3) pukul 15:02 JATS.

Melalui surat bernomor S-274/PM.21/2020 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memerintahkan kepada BEI untuk menghentikan kegiatan perdagangan saham bila IHSG berada dalam tekanan dan mulai berlaku pada hari Rabu (11/3) sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Kemudian apabila IHSG tetap mengalami penurunan hingga mencapai lebih dari 15% setelah trading halt dilakukan maka BEI akan memberlakukan trading suspend sampai akhir sesi perdagangan atau lebih dari satu sesi perdagangan.

Kebijakan ini diambil sehubungan dengan perkembangan kondisi pasar modal Indonesia yang masih terus mengalami tekanan akibat meluasnya penyebaran virus corona serta pelemahan harga minyak dunia.

Selasti Panjaitan/Vibiznews
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here