OJK Rilis FAQ untuk POJK tentang Stimulus Perekonomian Nasional

1068
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – Banking) – Sehubungan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019, POJK merilis FAQ (Frequently Asked Questions) untuk memperjelas pengertian dan penerapan POJK dimaksud, pada Selasa (24/3).

OJK menjelaskan latar belakang penerbitan POJK ini, bahwa perkembangan penyebaran coronavirus  disease 2019  (COVID-19)  berdampak  secara langsung ataupun tidak  langsung terhadap kinerja dan  kapasitas debitur termasuk debitur  UMKM, sehingga berpotensi  mengganggu kinerja perbankan dan  stabilitas sistem keuangan yang  dapat memengaruhi  pertumbuhan ekonomi.  Oleh karena itu, untuk mendorong   optimalisasi fungsi intermediasi perbankan, menjaga stabilitas sistem keuangan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi  diperlukan kebijakan stimulus perekonomian sebagai countercyclical dampak penyebaran COVID-19.

Kemudian, mengenai kriteria debitur yang mendapatkan perlakuan khusus dalam POJK ini, OJK menyebutkan adalah  debitur (termasuk debitur UMKM) yang  mengalami kesulitan untuk  memenuhi  kewajiban pada Bank karena debitur  atau usaha debitur terdampak dari penyebaran COVID-19 baik secara langsung  ataupun   tidak   langsung  pada sektor  ekonomi  antara  lain pariwisata, transportasi, perhotelan, perdagangan, pengolahan, pertanian, dan pertambangan, demikian penjelasan resmi OJK, Selasa ini (24/3).

Selanjutnya, OJK juga menjelaskan apakah dimungkinkan debitur dengan sektor ekonomi selain pariwisata, transportasi, perhotelan, perdagangan, pengolahan, pertanian, dan pertambangan, mendapatkan perlakuan khusus sesuai POJK ini? Jawabannya adalah perlakuan khusus dalam  POJK  ini  dapat diterapkan Bank kepada  debitur tersebut, sepanjang  berdasarkan self-assessment Bank  debitur dimaksud terkena dampak COVID-19.

Oleh karena itu, menurut OJK, Bank harus memiliki pedoman yang paling sedikit menjelaskan kriteria debitur yang ditetapkan terkena dampak COVID-19 serta sektor yang terdampak.

Analis Vibiz Research Center melihat rilis FAQ POJK ini untuk memperjelas penerapan POJK Stimulus terakhir, sehingga diharapkan perbankan memiliki pandangan dan interpretasi yang sama atas POJK ini. Nampaknya OJK di sini juga memberikan ruang bagi Bank untuk melakukan self-assessment terhadap kriteria debitur yang terkena dampak Covid-19 ini. Diharapkan juga ini akan berdampak positif bagi dunia usaha yang untuk sementara waktu akan tertekan bisnis dan prospeknya oleh penyebaran Covid-19. Perbankan dan dunia usaha tentunya berharap bersama bahwa ‘badai pasti berlalu’.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here