Dolar AS Menuju Penurunan Mingguan Terbesar Dalam Satu Dekade

388

(Vibiznews – Forex) Dolar AS berada di jalur untuk penurunan mingguan terbesar dalam lebih dari satu dekade pada hari Jumat, karena triliunan dolar upaya stimulus oleh pemerintah dan bank sentral membantu mengatasi tekanan pasar global yang dipicu oleh pandemi coronavirus.

Dolar AS telah naik tinggi pada bulan Maret di tengah upaya investor yang berusaha mendapatkan mata uang paling likuid di dunia, dan dianggap sebagai aset yang aman.

Tetapi janji pengeluaran pemerintah yang besar, termasuk paket 2,2 triliun dolar AS, dan upaya terkoordinasi oleh bank sentral di seluruh dunia untuk meningkatkan pasokan dolar telah mendukung rally dalam mata uang utama lainnya.

Lonjakan klaim pengangguran AS yang belum pernah terjadi sebelumnya pada hari Kamis menggarisbawahi dampak coronavirus terhadap ekonomi negara itu, yang semakin melemahkan dolar.

Dolar AS mengkonsolidasikan kerugian pada hari Jumat, naik tipis 0,2% pada hari ini terhadap mata uang utama, tetapi masih di jalur untuk penurunan hampir 3% untuk minggu ini, penurunan terbesar sejak Mei 2009.

Terhadap yen, dolar turun 0,7% pada hari Jumat menjadi 108,855 yen, karena investor dan perusahaan Jepang memulangkan dana sebelum tahun fiskal mereka berakhir minggu depan.

Euro turun 0,2% menjadi $ 1,18080 tetapi masih di jalur untuk kenaikan hampir 3% atas dolar minggu ini.

Dolar nyaris tidak bergerak versus sterling dan dolar Australia karena mereka mengkonsolidasikan kenaikan minggu ini.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan Dolar AS tertekan oleh upaya stimulus pemerintah dan bank-bank sentral global, sehingga menekan pergerakan mata uang dolar AS ini.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here