Turunnya Harga Karet Tocom Akhir Pekan Diikuti Sicom dan SHFE

804

(Vibiznews – Commodity) – Perdagangan karet di Tocom-Jepang masih belum mampu menunjukkan pergerakan positif, baik secara harian maupun mingguan. Harga karet perdagangan akhir pekan hari Jumat (27/03/2020) kembali menurun melanjutkan bearish perdagangan sebelumnya oleh penguatan kurs yen Jepang dan penurunan harga minyak mentah.  

Kurs yen Jepang semakin menguat dalam pair USDJPY oleh posisi kekuatan dolar AS yang terus tergerus terhadap banyak rival utamanya pasca rilis data klaim pengangguran semalam. Perdagangan karet di Tocom menggunakan denominasi yen sehingga menekan harga.

Lihat: Rekomendasi Forex Harian USDJPY 27 Maret 2020

Harga minyak mentah masih terus menurun dalam perdagangan pekan ini, setelah awal pekan berada di kisaran US$27 untuk minyak Brent kini berada di posisi US$25. Turunnya harga minyak masih dipengaruhi perang harga antara Arab Saudi dan Rusia.

Lihat: Rekomendasi Harga Minyak 27 Maret 2020

Harga karet alami di Tocom untuk kontrak paling ramai untuk kontrak bulan Agustus 2020 akhir perdagangan hari Jumat (27/03/2020) sesi sore ditutup turun hingga  2,5 yen atau 1,65% dari akhir perdagangan sebelumnya ke posisi 148,4  yen setelah sempat naik pada posisi 153 yen dan turun ke posisi 147,5 yen.

Secara mingguan, harga karet Tocom alami penurunan harga sebesar 5,6 yen atau anjlok sekitar 3,6% dari perdagangan pekan sebelumnya. Sejak kontrak diperdagangkan, harga belum bullish secara mingguan. Penurunan harga karet di Tocom hari ini  diikuti oleh perdagangan  karet di Singapuran dan  juga China daratan.

Untuk harga karet Kontrak yang banyak diperdagangkan di Sicom, kontrak bulan Juni 2020, harga kontrak turun US$ 0,5 atau 0,45 persen menjadi US$ 110.9. Demikian di bursa Shanghai (SHFE), harga turun sekitar 205 yuan ke posisi 9700 yuan.

Terpantau yen Jepang terhadap dolar AS pada sesi Eropa sore ini  menguat 0,42% dalam pasangan USDJPY. Sementara harga minyak mentah dunia atau minyak Brent kini sedang anjlok 2,9% ke posisi US$ 25,88 per barel.

Jul Allens / Analis Senior Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here