Nikkei 1 April Terendah dalam Sepekan; Khawatirkan Resesi Global

132

(Vibiznews – Indeks) – Perdagangan bursa saham Jepang awal bulan April pada hari Rabu (01/04/2020) alami tekanan jual yang cukup besar dengan indeks nikkei ditutup anjlok ke posisi terendah dalam sepekan. Di hari pertama tahun fiskal yang baru bagi Jepang, nikkei dan yen Jepang melemah.

Lihat: Rekomendasi Forex Harian USDJPY 1 April 2020

Tekanan jual saham imbas sentimen negatif investor global yang khawatirkan terjadi resesi global, pemotongan tajam dalam pendapatan perusahaan dan pembayaran dividennya ke pemegang saham. Selain itu juga mendapat tekanan dari berita yang menunjukkan komentar Presiden AS Donald Trump, bahwa sekitar 100.000 hingga 240.000 orang Amerika bisa mati karena COVID-19.

Kemudian berita ekonomi yang dirilis juga menambah tekanan jual saham,  survei tankan BoJ menunjukkan produsen berubah pesimis untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun. Juga kinerja sektor manufaktur Jepang menyusut paling dalam 11 tahun, di tengah krisis virus yang semakin dalam.

Indeks Nikkei ditutup anjlok 852 poin atau 4,5%  pada posisi 18.065 , dan sempat turun  ke posisi rendah di 17854 dan naik ke posisi tertinggi 18775. Kini indeks Nikkei berjangka bulan Juni 2020 bergerak negatif dengan turun 970  poin atau 5,13% ke posisi 17.947,51.  

Secara sektoral, sebagian sektor masuk zona merah  yang dipimpin oleh anjloknya  saham sektor utilitas, sektor retail store, keuangan dan bahan dasar. Sementara itu, terjadi rebound pada  saham sektor  energi dan teknologi.

  Nikkei 225 jatuh pada hari Rabu, hari pertama tahun fiskal baru Jepang,  Penurunan berbasis luas, dengan industri (-4,8%), telekomunikasi (-4,6%), kesehatan (-4,5%), dan bahan dasar (-4,3%) menjadi pecundang utama.

Jul Allens / Analis Pusat Penelitian Senior Vibiz-Vibiz Consulting  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here