Forex Hari Ini: Dolar AS Naik Lagi Dengan Masih Menyebarnya Coronavirus

626

(Vibiznews-Forex) Berikut ini apa yang terjadi pada hari ini yang mempengaruhi pergerakan harga:

Sentimen pasar bercampur setelah kenaikan saham Amerika Serikat berlalu pada hari Selasa. Penurunan ini membuat dolar AS kembali pulih, dan naik secara luas pada perdagangan sesi Awal Rabu pagi.

Coronavirus telah menular ke lebih dari 1,4 juta dan memakan korban nyawa lebih dari 82.000. Kasus di Eropa hampir mencapai 400.000 dan kematian sudah hampir 13.000. Presiden Donald Trump menyalahkan World Health Organization karena memberikan nasehat yang buruk.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson tetap berada di ICU, dan digantikan Sekretaris LN Dominic Raab. Updates dari Rumah Sakit St. Thomas tidak banyak. Kematian dari coronavirus di Inggris telah mencapai ketinggian baru. Pejabat pemerintah telah mengakui bahwa taktik awal “herd immunity” yang bertentangan dengan “lockdowns” adalah kesalahan.

EUR/USD tertekan dibawah 1.09 setelah menteri keuangan zona euro gagal menyetujui respon ekonomi bersama terhadap krisis, dengan Itali memimpin kubu yang menyetujui obligasi corona dan Jerman memimpin kubu yang keberatan untuk menanggung hutang bersama. Berbagai kompromi telah dipertimbangkan sebelumnya.

Spanyol, Itali, Perancis dan Jerman terus mendapatkan kurva yang mendatar dari kasus-kasus Covid-19, namun semua mengalami peningkatan kematian. Austria, Denmark dan Norwegia sedang bergerak untuk mengangkat restriksi pada minggu depan.

Dolar Australia turun setelah S&P memangkas rating kredit Australia. Dolar Selandia Baru mengabaikan turunnya ANZ Business Confidence ke rekor kerendahan.

Jepang telah memasuki kondisi darurat dan telah memperingati akan kenaikan dari kasus, yang diperkirakan bisa mencapai 80.000 kasus dalam beberapa bulan yang akan datang.

Harga minyak mengalami kenaikan setelah menderita penurunan pada hari Selasa. Ketegangan memuncak mendekati pertemuan lewat video dari OPEC+ Kamis besok.

Risalah pertemuan Federal Reserve dari pertemuan darurat terakhir kemungkinan bisa memberikan penerangan akan bagaimana kuatirnya para pejabat the Fed akan krisis keuangan yang terjadi dan mungkin juga apa yang mereka miliki di dalam persediaan mereka.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here