Weekly Market Mover – Soft Commodities – Coffee, Sugar, Cocoa

368

(Vibiznews – Commodity) – Pasar AS dan Eropa ditutup pada hari Jumat karena libur, adapun harga soft commodities pada penutupan pasar minggu lalu masih mixed, karena permintaan berkurang akibat penutupan  restoran, café dan bar di AS dan Eropa, Asia dan negara lain untuk mencegah penyebaran wabah virus corona.

Harga kopi pada penutupan pasar hari Kamis turun karena konsumsi kopi global turun akibat pandemic virus corona.

Harga gula pada penutupan pasar hari Kamis di London naik ke tertinggi 1 minggu dan harga gula di New York naik konsolidasi dari terendah 1 ½ tahun pada hari Rabu.

Harga kakao pada hari Kamis turun karena permintaan global turun, biasanya pada saat Paskah permintaan coklat meningkat untuk memberi kepada yang lain, namun pada saat ini tidak adanya perayaan-perayaan sehingga permintaan akan coklat menjadi turun.

Adapun gambaran dari pergerakan pasar soft commodities pada minggu ini adalah sebagai berikut:

Harga kopi Arabika Mei di ICE New York turun $1.20 (1%) menjadi $118.60 dan harga kopi robusta Mei turun 0.92%.

Faktor Penggerak Pasar  Kopi:

  • Produksi kopi dunia di 2019/20 (Okt – Sept) akan turun 0.8% dari tahun lalu menjadi 168.86 juta kantong.
  • Konsumsi kopi global naik 0.7% dari tahun lalu mencapai rekor 169.3371 juta kantong menurut ICO.
  • Pasar kopi dunia di 2019/20 akan deficit sebesar 476.000 juta kantong dari surplus 2.124 juta kantong di 2018/19 menurut ICO
  • Ekspor kopi Brazil di 2019 mencapai rekor di 36.2 juta kantong.
  • Ekspor kopi Vietnam dari Januari – Maret turun 3.9% dari tahun lalu menjadi 469,000 MT menurut Vietnam’s General Statistics Office.

Harga gula Mei di ICE  New York naik 6 sen (0.58%) menjadi $10.43 dan harga gula Mei di ICE London naik 2.68%.

Faktor Penggerak Pasar Gula:

  • Produksi gula dunia di 2019/20 (Apr – Mar) turun 4.8% dari tahun lalu menjadi 166.7 MMT, setelah pada tahun lalu naik 0.6% dari tahun sebelumnya mencapai rekor di 185.2 MMT di 2018/19 menurut ISO
  • Pasar gula dunia di 2019/20 menjadi deficit 9.4 MMT, deficit terbesar dalam 11 tahun dari surplus 1.7 MMT pada tahun 2018/19 menurut ISO.
  • Produksi gula Brazil, produsen gula terbesar di dunia di 2019/20 naik 17.4% dari tahun lalu menjadi 34.1 MMT, setelah produksi 2018/19 (Apr / Mar) turun 17.2% dari tahun sebelumnya menjadi 31.4 MMT menurut Conab.
  • Produksi gula India, produsen gula terbesar ke dua di dunia di tahun 2019/20 turun 15% dari tahun lalu menjadi terendah tiga tahun menjadi 28 MT karena kekeringan dan tertundanya musim monsoon menurut India’s National Federation of Cooperative Sugar Factories Ltd.

Harga kakao Mei di ICE Mei ditutup turun $74 ( 3.11%) menjadi $2,305 per ton dan harga kakao di London turun 1.32%.

Faktor Penggerak Pasar Kakao:

  • Produksi kakao dunia di 2019/20 (Okt – Sep) naik 1.7% dari tahun lalu menjadi 4.824 MMT menurut ICCO
  • Produksi kakao bubuk naik 1.2% dari tahun lalu mencapai rekor 4.861 MMT menurut ICCO.
  • Pasar kakao dunia menjadi deficit 85,000 MT di 2019/20 turun dari deficit 107,000 MT di 2018/19.
  • Ratio antara persediaan/ kakao giling di 2019/20 mencapai 36 tahun terendah menjadi 31.5% dari 33.6% di 2018/19.
  • Produksi Ivory Coast di 2019/20 ( panen utama di Okt- Mar, panen pertengahan tahun Mei – Agt) diperkirakan naik 1.2% dari tahun lalu menjadi 2.18 MMT menurut ICCO.
  • Produksi Ghana di 2019/20 (panen utama Sept – Mar, panen pertengahan Mei – Agt) naik 2.3% dari tahun lalu menjadi 850,000 MMT menurut ICCO.

Loni T / Analyst Vibiz Learning Centre – Vibiz Consulting Group

Editor : Asido

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here