Harga Minyak Sawit Naik, Akibat Ekspor Turun Dibawah Perkiraan

533

(Vibiznews – Commodity) –  Harga minyak sawit Malaysia kembali naik dari turunnya harga pada sesi pagi karena perkiraan turunnya ekspor dari tanggal 1 – 15 April di bawah perkiraan, namun meningkatnya persediaan dan menurunnya permintaan membuat kenaikannya dibatasi.

Harga minyak sawit Juni di Bursa Malaysia Derivatives Exchange ditutup naik 1 ringgit atau 0.04% menjadi 2,247 ringgit (USD518.94) per ton setelah  penurunan hampir 3% pada sesi sebelumnya.

Data ekspor hari Rabu ini  diperkirakan bahwa ekspor turun 4% -6% antara tanggal 1 – 15 April. Sementara menurut perkiraan cargo surveyors ekspor minyak sawit Malaysia turun antara 6.6% – 12%.

Penjualan minyak sawit dengan harga rendah sudah sedikit  dan pembelian sudah mulai meningkat di pasar fisik lokal.

India sebagai importir terbesar minyak sawit mengatakan pada hari Senin bahwa impor sudah disarankan dilakukan lagi setelah pada bulan Januari dibatasi, namun kondisi saat ini tidak memungkinkan karena PM  India Narendra Modi pada hari Selasa menyatakan memperpanjang lock down sampai 3 Mei, karena penderita virus corona masih 10,000 setelah 3 minggu berlakunya lockdown.

Harga minyak mentah juga turun pada hari Selasa, karena para investor tidak yakin bahwa pengurangan produksi akan menstabilkan pasar selama pandemic covid19, walaupun perkiraan turunnya produksi AS memberi pengaruh sedikit dalam meningkatkan harga. Turunnya harga minyak mentah membuat permintaan minyak sawit tidak banyak untuk biodiesel.

Harga minyak kedelai di Dalian turun 1.9% sementara harga minyak sawit juga turun 1.5%. Harga minyak kedelai di CBOT juga turun 0.48%.

Loni T / Analyst Vibiz Learning Centre – Vibiz Consulting Group

Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here