Weekly Market Mover Soft Commodities : Coffee – Sugar – Cocoa

463

(Vibiznews – Commodity) – Harga soft commodities pada penutupan pasar hari Jumat mixed, harga kopi turun sementara harga gula dan harga kakao meningkat.

Harga kopi masih turun karena berkurangnya permintaan karena semakin meluasnya perintah untuk tinggal di rumah di berbagai penjuru dunia.

Harga gula pada penutupan pasar hari Jumat naik untuk harga gula di London naik tiga minggu tertinggi karena kesulitan pengiriman gula di India.

Harga kakao pada penutupan pasar hari Jumat naik ke tertinggi satu minggu karena menguatnya permintaan kakao global.

Adapun Faktor penggerak pasar soft commodities pada minggu ini adalah sebagai berikut:

Harga kopi Arabika Mei pada penutupan pasar hari Jumat turun $2.55 (2.15%) menjadi $116.05 dan harga kopi Robusta Mei di London ditutup turun 1.46%.

Faktor  penggerak pasar kopi :

  • Produksi kopi dunia di 2019/20 ( Okt – Sept) akan turun 0.8% dari tahun lalu menjadi 168.86 juta kantong menurut ICO
  • Konsumsi kopi global naik 0.7% dari tahun lalu menjadi 169.3371 juta kantong menurut ICO.
  • Pasar kopi dunia di 2019/20 akan menjadi deficit 476,000 juta kantong dari surplus 2.124 juta kantong di 2018/19 menurut ICO.
  • Ekspor kopi Brazil di 2019 menjadi 36.2 juta kantong.
  • Vietnam General Statistics Office melaporkan bahwa ekspor kopi Vietnam dari Januari – Maret naik 0.3% dari tahun lalu menjadi 489,260 MT.

Harga gula Juli di ICE New York naik 20 sen (1.94%) menjadi $10.53 dan harga gula Agustus di London naik 0.65%.

Faktor Penggerak Pasar Gula:

  • Produksi gula dunia di 2019/20 (April – Mei) turun 4.8% dari tahun lalu menjadi 166.7 MMT setelah naik 0.6% dari tahun lalu mencapai rekor di 185.2 MMT di 2018/19 menurut ISO
  • Pasar gula dunia di 2019/20 menjadi deficit 9.4 MMT, deficit terbesar selama 11 tahun dari surplus 1.7 MMT di 2018/19 menurut ISO.
  • Produksi gula Brazil, produsen gula terbesar dunia di tahun 2019/20 akan meningkat 17.4 % dari tahun lalu menjadi 34.1 MMT, setelah produksi di 2018/19 turun 17.2% dari tahun lalu ke terendah 11 tahun menjadi 31.4 MMT menurut Conab.
  • Produksi gula India , produsen gula terbesar ke dua dunia, di tahun 2019/20 akan turun 15% dari tahun lalu mencapai terendah 3 tahun menjadi 28 MT karena kekeringan dan penundaan musim monsoon menurut India’s National Federation of Cooperative Sugar Factories Ltd.

Harga kakao Mei di ICE New York ditutup naik $144 (6.44%) menjadi $2.379 per ton sedangkan harga kakao Mei di ICE London naik 3.76%.

Faktor Penggerak Pasar Kakao:

  • Produksi kakao dunia di 2019/20 (Okt – Sept) naik 1.7% dari tahun lalu menjadi 4.824 MMT menurut ICCO
  • Produksi kakao bubuk global akan naik 1.2% dari tahun lalu mencapai rekor 4.861MMT menurut ICCO.
  • Pasar kakao dunia akan deficit 85,000 MT di 2019/20 menurun dari deficit 107,000 MT di 2018/19.
  • Di tahun 2019/20 perbandingan persediaan kakao/kakao bubuk turun ke 36 tahun terendah sebesar 31.5% dibanding 33.6% dai tahun 2018/19.
  • Produksi kakao di Ivory Coast 2019/20 diperkirakan akan meningkat 1.2% dari tahun lalu menjadi 2.18 MMT.
  • Produksi kakao di Ghana 2019/20 akan naik 2.3% dari tahun lalu menjadi 850.00 MMT menurut ICCO.

Loni T / Analyst Vibiz Learning Centre – Vibiz Consulting Group

Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here