Dolar AS Stabil Menjelang Pertemuan The Fed dan ECB

611

(Vibiznews – Forex) Dolar AS stabil pada hari Selasa (28/04) menjelang pertemuan Federal Reserve AS dan Bank Sentral Eropa akhir pekan ini dan merosotnya lagi harga minyak yang memperingatkan terhadap pengambilan risiko.

Dolar AS datar terhadap sebagian besar mata uang utama, selain dolar Selandia Baru terbebani oleh ekspektasi pelonggaran moneter lebih lanjut.

Penurunan 5% dalam patokan minyak mentah Brent dan penurunan 13% dalam minyak mentah AS sebagai pertanda buruk bagi permintaan global, menghentikan dolar Australia yang telah pulih 17% dari level terendah 17-tahun yang dicapai bulan lalu.

Pasar sedang mencari pedoman ke depan dari The Fed, yang bertemu kemudian pada hari Selasa dan akan mengeluarkan pernyataan pada hari Rabu, dan untuk kemungkinan pelonggaran lebih lanjut di Eropa. ECB bertemu pada hari Kamis.

Dolar bertahan stabil terhadap sekeranjang mata uang pada 100,100. Dolar AS sedikit lebih lemah terhadap yen di 107,17 per dolar dan sedikit menguat pada euro dan pound.

The Fed telah memimpin respons moneter global terhadap pandemi COVID-19 dengan menurunkan suku bunga menjadi nol dan secara agresif membeli obligasi dan kredit korporasi.

ECB memiliki lebih sedikit ruang untuk bermanuver berdasarkan suku bunga dan mengumumkan program pembelian obligasi yang luar biasa. Tapi perselisihan dan keragu-raguan atas paket penyelamatan zona Eropa meberikan pesimisme terhadap tindakan yang lebih dalam lagi.

Mata uang tunggal pada $ 1,0821. Di tempat lain pound dipatok lebih rendah pada $ 1,2412 setelah Perdana Menteri Boris Johnson memperingatkan itu terlalu berbahaya untuk melonggarkan penguncian ketat di Inggris.

Dolar Australia sedikit menurun ke $ 0,6450, menghentikan empat sesi kenaikan berturut-turut pada optimisme untuk memulai kembali ekonomi global.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan indeks dolar AS bergerak stabil menjelang pertemuan The Fed dan ECB. Namun jika datang sentimen bearish seperti pelonggaran lockdown di zona Eropa akan menekan dolar AS.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here