Rilis Beberapa Data Ekonomi Picu Profit Taking Saham Wall Street

444

(Vibiznews – Index) – Telah terjadi profit taking atau aksi ambil untung yang dilakukan para investor terhadap perdagangan saham di bursa Amerika – Wall Street, dengan indeks utama retreat dari posisi tertinggi sebulan pada sesi yang berakhir Jumat (01/05/2020).  Profit taking terjadi sejak perdagangan awal sesi setelah perdagangan sebelumnya bergerak rally.

Indeks Dow Jones jatuh 288,14 poin atau 1,2 persen menjadi 24.345,72, indeks Nasdaq turun 25,16 poin atau 0,3 persen menjadi 8.889,55 dan indeks S&P 500 merosot 27,08 poin atau 0,9 persen menjadi 2.912,43.

Tekanan jual saham di Wall Street juga terjadi setelah rilis beberapa data ekonomi AS yang mengecewakan. Penghasilan pribadi di AS turun lebih dari yang diharapkan pada bulan Maret, menurut laporan yang dirilis oleh Departemen Perdagangan. Laporan itu mengatakan pendapatan pribadi anjlok 2,0 persen pada Maret setelah naik 0,6 persen pada Februari.

Departemen Perdagangan juga melaporkan untuk pengeluaran pribadi  anjlok 7,5 persen pada Maret setelah naik 0,2 persen pada bulan sebelumnya. Pengeluaran diperkirakan menukik sebesar 5,0 persen.

Sebuah laporan terpisah yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja menunjukkan penurunan penting dalam klaim pertama kali untuk tunjangan pengangguran sepanjang pekan yang berakhir 25 April, namun  tetap pada tingkat yang meningkat secara signifikan. Klaim  turun menjadi 3,839 juta, turun 603,000 dari level revisi pekan sebelumnya 4,442 juta.

Melihat pergerakan secara sektoral, saham baja menunjukkan pergerakan substansial ke sisi negatif dengan menyeret NYSE Arca Steel Index turun 5,5 persen. Kelemahan yang cukup besar juga terlihat di antara saham-saham perbankan, sebagaimana tercermin oleh penurunan 3,8 persen oleh KBW Bank Index. Saham energi, emas, dan semikonduktor juga mengalami pelemahan yang signifikan.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here