Rekomendasi Forex GBP/USD 4 – 8 Mei 2020: Melanjutkan Kenaikan Tergantung Data Ekonomi Inggris

556

(Vibiznews-Forex) GBP/USD minggu lalu bergerak naik di dalam satu minggu yang volatil. Minggu ini minggu pertama bulan Mei, Bank of England (BoE) akan mengumumkan keputusan tingkat bunganya, di Amerika Serikat akan keluar data terpenting Non-Farm Payrolls, dan spekulasi mengenai kembali ke normal baik di AS maupun di Inggris.

PM Boris Johnson telah kembali bekerja. Namun penampilan pertamanya sangat berhati-hati dan ragu-ragu untuk mengangkat “lockdown” sehingga membebani poundsterling. Sekalipun demikian, dia bertahap beranjak kembali optimis menjelang akhir minggu, dan menyatakan bahwa puncak coronavirus telah lewat dan mulai bersiap untuk melonggarkan restriksi.

Dolar AS kebanyakan berada di bawah karena beberapa faktor yang paling utama adalah komitmen dari Federal Reserve untuk melakukan apapun yang diperlukan. Pada pertengahan minggu Gubernur the Fed Jerome Powell meneguhkan kembali komitmennya dengan tetap mempertahankan tingkat bunga Nol, membeli obligasi pada jumlah apapun yang diperlukan dan meminta pemerintah untuk melakukan lebih banyak lagi dan meninggalkan urusan hutang ke masa yang akan datang sehingga dolar AS kembali tertekan. Komitmen bank sentral AS ini di latarbelakangi kejatuhan dari GDP pada kuartal pertama menjadi – 4.8% dan klaim pengangguran naik sekitar 3,8 juta sehingga total yang kehilangan pekerjaan menjadi sebanyak sekitar 30 juta.

Coronavirus di Amerika Serikatpun sudah melambat dan beberap negara bagian telah melonggarkan order tinggal di rumah. Presiden AS Donald Trump terus memberi semangat untuk pembukaan kembali ekonomi namun menyatakan bahwa virus berasal dari laboratorium di Wuhan Cina, dengan demikian membangkitkan ketegangan antara kedua negara. Hal ini membebani sentimen dan mendukung dolar AS naik.

Perpanjangan “lockdown” saat ini akan berakhir pada tanggal 7 Mei, dan PM Johnson kemungkinan akan mengumumkan langkah-langkah berikutnya sebelumnya. Disatu sisi, kurva sudah mendatar, dan para pebisnis menekan pemerintah untuk membuka kembali ekonomi. Dilain sisi, pengalaman pribadinya dan ketakutan akan infeksi gelombang kedua kemungkinan akan mendorongnya untuk memelihara restriksi yang ada sekarang sampai batas terakhir.

Sekitar 70% dari orang Inggris tidak ingin bisnis dibuka kembali apabila virus belum sepenuhnya dikuasai, lebih daripada negara lainnya.

Johnson kemungkinan akan mengikuti opini publik mengenai hal ini, dengan demikian akan membebani poundsterling. Terlepas dari prospek ekonomi yang buru, memelihara penutupan mengandung arti virus belum ada dibawah kontrol.

Tanggal 7 Mei juga menjadi hari dimana BoE akan mengumumkan keputusan tingkat bunganya.  BoE kemungkinan akan tetap mempertahankan tingkat bunganya tidak berubah di 10% dan program QE di £645 miliar. Sebelumnya BoE telah memperpanjang pemangkasan tingkat bunganya sampai dua kali dan mendorong program QE nya sekitar 50% sebagai respon terhadap krisis yang terjadi.

Andrew Bailey, Gubernur BoE juga akan merilis laporan kebijakan moneternya yang pertama. Publikasi kuartalan ini akan memperkirakan juga mengenai pertumbuhan dan inflasi.

Jika BoE mengejutkan pasar dengan memperpanjang program QE nya, hal ini akan membuat pemerintah harus memompa lebih banyak uang ke ekonomi Inggris dan mendorong poundsterling.

Di Amerika Serikat, beberapa negara bagian telah melonggarkan order diam di rumah atau membatalkannya pada saat memasuki bulan yang baru. Keseimbangan antara keprihatinan ekonomi dan kesehatan bukanlah hal yang mudah. Fokus masih berada di area tiga negara bagian yang menjadi episentrum merebaknya wabah, New York, New Jersey dan Connecticut. Gubernur New York, Andrew Cuomo berniat untuk secara bertahap mengangkat “lockdown” hanya apabila sudah sampai tanggal 15 Mei, meskipun sudah terjadi perbaikan yang sangat signifikan.

Kalender ekonomi AS dipadati dengan event-event papan atas. Pada hari Senin akan ada Factory Order bulan Maret dan Durable Goods Order yang akan memberikan masukan bagi perhitungan GDP kuartal pertama yang kemungkinan akan mengalami revisi turun.

Hari Selasa ada ISM Non-Manufacturing PMI untuk bulan April yang kemungkinan akan menunjukkan kejatuhan dalam sentimen di sektor jasa.

Laporan NFP ADP kemungkinan akan menunjukkan kejatuhan di dalam pekerjaan di sektor swasta, yang akan menyiapkan panggung bagi laporan pekerjaan yang resmi.

Laporan Klaim Pengangguran pada hari Kamis kemungkinan, sekali lagi, akan masih keluar sebesar jutaan orang.

Akhirnya, yang paling ditunggu, Non-Farm Payrolls untuk bulan April diperkirakan akan menunjukkan kerugian tidak kurang dari 20 juta pekerjaan. Tingkat pengangguran diperkirakan akan melompat ke 14%.

Grafik harian di minggu pertama bulan Mei ini menunjukkan tren naik dengan “resistance” terdekat menunggu di 1.2645 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ek 1.2720 dan kemudian 1.2850. Sedangkan “support” terdekat menunggu di 1.2515 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2380 dan kemudian 1.2250.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here