Harga Minyak Sawit Turun ke Terendah 10 Bulan

315

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit turun ke terendah 10 bulan pada penutupan pasar hari Rabu, karena perkiraan produksi meningkat dan persediaan April meningkat karena turunnya ekspor selama pandemic covid-19.

Harga minyak sawit Juli di Bursa Malaysia Derivatif Exchange turun 28 ringgit atau 1.47% menjadi 1,946 ringgit ($450.25) per ton. Harga minyak sawit turun untuk hari ketiga berturut-turut dan mencapai terendah sejak 12 Juli 2019.

The Malaysian Palm Oil Association memperkirakan produksi minyak sawit April naik 19.9% dari bulan sebelumnya.Perkiraan tersebut sejalan dengan survey dari Reuter yang memperkirakan produksi turun 15% di bulan April dan persediaan naik 10% dari bulan Maret.

Kenaikan produksi disertai turunnya ekspor, membuat akumulasi persediaan bertambah, sehingga harga minyak sawit turun.

Importir minyak nabati terbesar India turun 34% menjadi 790,377 ton di bulan April karena kesulitan pengiriman, penundaan impor minyak nabati karena lockdown pandemic covid-19, menurut the Solvent Extractors Association pada hari Rabu.

Permintaan minyak sawit global mencapai angka terendah karena tertekan oleh pandemic covid-19 dan sedang mengalami recovery namun lambat, menurut the Malaysian Palm Oil Council pada hari Selasa.

Indonesia sebagai penghasil minyak sawit terbesar sedang mendiskusikan tindakan lanjutan dari mandat penggunaan B30 dari minyak sawit.

Harga minyak kedelai di Dalian turun 1.37% sementara harga minyak sawit turun 1.85%. Harga minyak kedelai di CBOT turun 0.95%.

Loni T / Analyst Vibiz Learning Centre – Vibiz Consulting Group

Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here