Rekomendasi Forex GBP/USD 11 -15 Mei: Bertahan di Garis “Support” dengan Tren Naik

642

(Vibiznews-Forex) Bank of England berhasil mencegah penurunan poundsterling pada minggu dengan sentimen yang buruk. Dolar “safe-haven” mengalami kenaikan ditengah angka-angka makro ekonomi yang buruk dan meningkatnya ketegangan AS dengan Cina. Nasib dari “lockdown” dan beberapa data kritikal lainnya akan menentukan pergerakan minggu ini.

Bank of England kemungkinan akan bertindak segera untuk menstimulir ekonomi, memberikan dana kepada pemerintah dan mendorong naik ekonomi. 2 dari 9 anggota siap memperluas program QE dari yang sekarang £645, namun Gubernur Andrew Bailey dan kebanyakan anggota yang lain ingin menunggu lebih lama lagi.

Pasar tenaga kerja AS kehilangan 20,5 juta pekerjaan pada bulan April. Tingkat pengangguran melompat ke 14.7% dan bisa bertambah buruk menurut para pejabat. Presiden AS Donald Trump dan Sekretaris Negara Mike Pompeo terus menuduh Cina karena tidak beres menangani coronavirus dengan kebocoran yang berasal dari laboratorium di Wuhan. Trump juga terus mendesak agar Amerika Serikat kembali ke normal.

Perdana Menteri Boris Johnson bersiap memberikan rencana detilnya untuk melonggarkan “lockdown” pada akhir minggu. Programnya yang tiga tahap telah bocor, namun jadwal waktunya belum ada. Semua tergantung pada perundingan di Downing Street dan pada statistik dari coronavirus. Trennya memberikan semangat dan kemungkinan bisa menghasilkan pelonggaran secepatnya, namun kemungkinan bisa hanya minor, yang bisa mengecewakan pasar.

Angka GDP untuk kuartal pertama merupakan yang menonjol di kalender ekonomi. Apakah angkanya akan sesuai dengan perkiraan BoE yang mengkuatirkan? Inggris baru saja menutup penuh kegiatannya pada tanggal 23 Maret, namun aktifitas ekonomi telah mulai jatuh sejak sebelumnya. Sementara dari segi Brexit, Inggris secara resmi meninggalkan Uni Eropa pada tanggal 31 Januari yang lalu, namun masih berada pada periode transisi, karenanya efeknya terhadap keseluruhan ekonomi masih kecil.

Beberapa negara bagian dari Amerika Serikat bertambah melonggarkan restriksi pada minggu yang dimulai tanggal 11 Mei, menambah tekanan bagi negara bagian yang lain untuk mengikuti, dengan New York yang paling menonjol. Apakah pergerakan untuk mengangkat “lockdown” ini mempengaruhi penyebaran coronavirus? Jika penyakit ini tetap berada dibawah kontrol, ini bisa mendorong pasar dan melemahkan dolar AS, sementara apabila terjadi kemunduran maka akan bisa memberikan dampak yang sebaliknya.

Ketegangan antara AS dengan Cina juga akan tetap dalam pengamatan tinggi dari investor. Jika pertikaian belakangan ini hanya tetap pada lingkup retorika belaka dan akhirnya memudar, hal ini akan positip bagi sentimen terhadap resiko. Apabila yang sebaliknya yang terjadi, maka akan menimbulkan “risk-off”.

Kalender ekonomi pada awal minggu adalah angka inflasi. Kejatuhan harga energi dan turunnya konsumsi bisa membuat Consumer Price Indeks turun jauh.

Klaim pengangguran mingguan tetap menjadi perhatian, namun bisa memudar kepentingannya dengan pasar masih menggali laporan Non-Farm Payrolls yang keluar pada hari Jumat minggu lalu.

Angka penjualan ritel untuk bulan April bisa menggoncang pasar. Belanja konsumen ritel turun 8.7% pada bulan Maret, pada saat perintah diam ditempat diberlakukan, penurunan yang substansial pada bulan April diperkirakan masih akan terjadi.

Poundsterling/USD bertahan di garis “support” dengan tren naik dari sejak awal bulan April. Penurunan melewati garis “support” ini hanya bersifat sementara. Apabila garis “support” dengan tren naik ini berhasil ditembus, bisa terjadi penurunan yang tajam.

“Support” terdekat menunggu di 1.2405 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2320 dan kemudian l.2250. Sementara “resistance” terdekat menunggu di 1.2520 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2645 dan kemudian 1.2720.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here