Harga Gula Naik Dipicu Kenaikan Harga Minyak Mentah

358

(Vibiznews – Commodity) – Harga gula naik pada penutupan hari Selasa, karena kenaikan harga minyak mentah.

Harga gula Juli di ICE New York pada Selasa naik 13 sen (1.28%) menjadi $10.25 per bushel dan harga gula putih Agustus di ICE New York 0.97%.

Harga gula pada hari Selasa di New York  recover dari terendahnya 1 minggu karena meningkatnya harga minyak mentah. Harga minyak mentah naik lebih dari 6% pada hari Selasa, membuat harga etanol naik dan membuat pabrik- pabrik tebu membuat etanol daripada gula.

Namun harga gula turun lagi setelah real Brazil melemah kembali dan turun 0.86% terhadap dollar.  Real masih sedikit diatas terendah hari Kamis lalu, di 5.8744 real/USD . Melemahnya  real membuat harga gula di Brazil menjadi lebih murah bagi pembeli luar Brazil sehingga meningkatkan ekspor.

Harga gula dibuka pada harga terendah satu minggu pada hari Selasa setelah Unica melaporkan bahwa produksi gula di Brazil Pusat dan selatan pada pertengahan bulan ke dua April naik 93% dari tahun lalu menjadi 2.016 MT, persentase tebu yang dijadikan gula naik 45.76% di tahun 2020/21 dari 30.87% di tahun 2019/2020. Unica pada hari Selasa juga melaporkan bahwa penjualan tebu untuk dijadikan etanol turun 32% dari tahun lalu menjadi 1.78 liter.

Perkiraan dari Marex Spectron pada hari Selasa yang juga menurunkan harga gula, perkiraan Marex konsumsi 2020/21 turun 2- 5 MMT ( 1-3%) karena efek negative dari Covid-19.

Eksportir gula Alta Mogiana pada hari Senin mengatakan bahwa produksi Brazil di pusat dan selatan akan naik 37% dari tahun lalu menjadi 36.67 MMT, karena turunnya harga etanol membuat pabrik tebu di Brazil mengubah 47% tebu menjadi gula, naik 34% dari 2019/20.

Perkiraan Conab produksi gula Brazil 2020/21 naik 18.5% dari tahun lalu menjadi 35.3 MMT karena pabrik tebu mengubah dari membuat etanol ke gula. Perkiraan Conab pabrik penggilingan tebu  mengubah 42.8% dari tebu ke gula di 2020/21 naik 34.9% di 2019/20.

Harga gula naik karena berkurangnya produksi gula India, produsen gula terbesar kedua, setelah ISMA melaporkan pada hari Jumat lalu bahwa produksi India dari Oktober – April turun 20% dari tahun lalu menjadi 25.8 MMT.

The French Farm ministry memperkirakan area penanaman gula beet di 2020 sebesar 424,000 ha, turun 5% dari tahun lalu, membuat terjadi penutupan empat pabrik gula di Perancis.

Analisa tehnikal untuk gula dengan support pertama di $10.20 dan berikut ke $9.90 sedangkan resistant pertama $10.70 dan berikut ke $11.20.

Loni T / Analyst Vibiz Learning Centre – Vibiz Consulting Group

Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here