Indonesia Termasuk Negara Berpeluang Pemulihan Ekonomi Cepat: Riset Morgan Stanley

552
Photo: Vibizmedia

(Vibiznews – Economy) – Indonesia disebut-sebut sebagai salah satu negara di Asia dengan peluang pemulihan ekonomi tercepat paska pandemi Covid-19 ini. Dikutip dari laporan Morgan Stanley yang mengeluarkan riset terbaru mengenai perkembangan ekonomi kawasan Asia, yang bertajuk “Which Economy Emerges First on the Path to Recovery?” Riset tersebut menyebutkan ada empat grup negara Asia yang dipercaya PDB-nya akan cepat pulih bila wabah pandemi ini usai, khususnya untuk Asia di luar Jepang (AxJ). Indonesia masuk ke dalam grup kedua.

Investment Bank dunia tersebut menyatakan ada tiga faktor utama yang akan menentukan laju pemulihan ekonomi Asia di luar Jepang ini AxJ. Faktor itu adalah keterbukaan setiap perekonomian terhadap resesi global. Kemudian, respons institusional dalam menangani situasi Covid-19 dan konsekuensi terhadap permintaan domestik. Terakhir, peluang dan kemauan untuk melakukan pelonggaran kebijakan.

Menurut Morgan Stanley, yang masuk sebagai kelompok pertama adalah China. Negara asal Covid-19 ini disebutkan memiliki perekonomian berorientasi permintaan domestik. Kebijakan pelonggaran yang diterapkannya diperkirakan akan membawa kembali ekonominya ke level pra-COVID-19 pada kuartal-III tahun 2020, menurut Morgan Stanley.

Sedangkan kelompok kedua adalah, Indonesia, Filipina, dan India. Grup ini diperkirakan akan terkena dampak resesi global yang lebih rendah, berkat pertumbuhan struktural negara-negara ini yang tinggi. Kemungkinan giliran pemulihannya adalah setelah China.

Namun, menurut Morgan Stanley, ini diasumsikan pada grup negara ini wabah Covid-19 tidak tambah memuncak pada kuartal-II 2020. Bila terus bertambah wabah virus ini, maka waktu pemulihannya akan lebih lama.

Grup ketiga adalah Korea Selatan dan Taiwan, yang memiliki ekonomi berorientasi ekspor sedang dan akan terkena dampak resesi global. Dengan respon institusional penanganan Covid-19 yang sangat efektif, maka beberapa indikator permintaan domestik dianalisis sudah mulai membaik.

Adapun yang masuk grup keempat adalah Thailand, Malaysia, Hong Kong dan Singapura. Mereka merupakan negara berorientasi ekspor yang tergolong paling besar di kawasan Asia. Dengan beberapa negaranya juga menerapkan lockdown, maka ekonomi mereka terpukul dua kali, pada sektor ekspor dan permintaan domestik. Grup ini berpotensi memerlukan waktu lebih lama untuk pulih, kemungkinannya baru pada kuartal pertama 2021.

Analis Vibiz Research Center melihat kebijakan cepat tanggap yang telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia sudah sangat tepat. Pemerintah Indonesia dengan cepat mengeluarkan sederet kebijakan program perlindungan kesehatan masyarakat dan pengamanan sosial, disertai dengan sejumlah stimulus kebijakan pelonggaran fiskal dan moneter dengan dana tambahan APBN 2020 senilai Rp405.1 Triliun. Ini yang diakui lembaga internasional, termasuk analisis riset Morgan Stanley.

Disebutkan juga bahwa negara yang menerapkan kebijakan lockdown ekonominya cenderung lebih terpukul, double hit, bahkan. Karenanya kita patut mensyukuri ketika Pemerintah tidak menerapkan lockdown melainkan PSBB pada sejumlah kota dan wilayah. Dengan PSBB setidaknya masih ada sejumlah lapangan pekerjaan yang tetap bertahan di tengah pandemi, tidak sepenuhnya semua terkunci. Kita pun dapat bersiap menyongsong pemulihan ekonomi Indonesia dalam waktu yang semoga tidak lama lagi.

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here