Rebound Saham Perbankan Kuatkan Perdagangan Bursa Wall Street

320

(Vibiznews – Index) – Terjadi pemulihan harga saham-saham di bursa Amerika  pada perdagangan yang berakhir Jumat (15/05/2020), setelah awal sesi sempat terjun ke posisi terendah dalam lebih dari sebulan. Indeks utama awal sesi sempat anjlok 2 persen lebih melanjutkan tekanan jual perdagangan sebelumnya.

Kemudian jelang di pertengahan sesi terjadi aksi beli saham yang cukup besar merespon pengumuman Gubernur New York Andrew Cuomo memperluas pembukaan kembali kegiatan ekonomi negara bagian US tersebut secara bertahap ke lima wilayah. Dimana wilayah-wilayah di New York bagian utara dan tengah dapat melanjutkan operasi manufaktur, konstruksi dan pertanian serta penumpukan di toko-toko ritel mulai Jumat.

Pada akhir sesi indeks Dow Jones naik 377,37 poin atau 1,6 persen menjadi 23.625,34, indeks Nasdaq naik 80,55 poin atau 0,9 persen menjadi 8.943,72 dan indeks S&P 500 melonjak 32,50 poin atau 1,2 persen menjadi 2.852,50.

Rebound kuat saham perbankan membantu memimpin saham sektor lain mendaki keluar dari zona merahnya, dengan Indeks KBW Bank meroket 3,9 persen setelah jatuh sebanyak 3,8 persen pada awal perdagangan. Pemulihan oleh saham-saham perbankan sebagai aksi bargain hunting  setelah indeks mencapai level intraday terendah dalam lebih dari sebulan.

Kekuatan substansial juga terlihat di antara saham emas yang menghasilkan lonjakan 3,6 persen oleh NYSE Arca Gold Bugs Index.  Saham semikonduktor, perumahan dan broker juga bergerak naik tajam selama sesi perdagangan. Namun pergerakan sebaliknya terjadi pada saham-saham sektor  tembakau dan juga sub sektor bioteknologi.

Aksi jual awal sesi di Wall Street mencerminkan kekhawatiran baru tentang prospek ekonomi setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell memperingatkan risiko penurunan signifikan pada ekonomi global. Sejumlah ekonom sebelumnya memperingatkan bahwa ekonomi tidak mungkin akan melihat pemulihan berbentuk V, tetapi komentar-komentar dari Powell tampaknya telah menyentuh rumah para investor.

Sentimen negatif awal sesi juga didapat dari laporan Departemen Tenaga Kerja yang menunjukkan penurunan yang jauh lebih kecil dari yang diperkirakan dalam klaim pertama kali untuk tunjangan pengangguran di pekan yang berakhir 9 Mei.  Klaim pengangguran terus menurun sejak mencapai rekor tertinggi 6,867 juta pada akhir Maret, tetapi jumlah klaim baru telah mencapai hampir 36,5 juta sejak penutupan ekonomi yang disebabkan oleh virus korona.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here