Tensi AS-China vs Rencana Pembukaan Ekonomi – Market Outlook, 18-22 May 2020 by Alfred Pakasi

581

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi global pada minggu lalu diwarnai dengan fluktuasi pasar di antara sejumlah isyu, antara lain naiknya tensi ketegangan AS – China, kekhawatiran pasar terhadap gelombang kedua penyebaran wabah virus dan dampaknya terhadap ekonomi dunia, serta rencana pembukaan perekonomian kembali secara bertahap di AS dan sejumlah negara lainnya. Untuk korban virus, berita resmi terakhirnya, sudah sekitar 4.6 juta orang terinfeksi di dunia dan lebih dari 308 ribu orang meninggal, dan menyebar ke 213 negara dan teritori. Pasar saham dunia fluktuatif, permintaan safe haven meningkat yang menguatkan dollar AS dan emas.

Minggu berikutnya, isyu antara naiknya tensi dagang lanjutan AS-China, rencana pembukaan perekonomian, dan perkembangan selanjutnya wabah virus Wuhan ini akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Market Review and Outlook 18-22 May 2020.

===

Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia terpantau melemah oleh aksi profit taking lanjutan investor asing dengan tempo yang melambat di akhir pekannya. Sementara itu, bursa kawasan Asia umumnya menurun juga. Secara mingguan IHSG ditutup melemah 1.95% ke level 4,507.607. Untuk minggu berikutnya (18-22 Mei 2020), IHSG kemungkinan di rentang konsolidasinya, dengan peluang rebound di sekitar support-nya. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di 4727 dan kemudian 4975, sedangkan support level di posisi 4441 dan kemudian 4317.

Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan lalu terpantau menguat kembali secara perlahan dengan konsisten di bawah level Rp15,000, sementara dollar global kembali menguat, sehingga rupiah secara mingguannya menguat 0.40% ke level Rp 14,860. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan turun, atau bias positif bagi rupiah dalam pergerakan yang agak konsolidatif, dalam range antara resistance di level Rp15,195 dan Rp15,610, sementara support di level Rp14.610 dan Rp14,095.

Dalam merespon pelemahan aktivitas ekonomi di masa Covid-19, untuk melengkapi bauran kebijakan fiskal dan moneter, OJK telah mengeluarkan serangkaian kebijakan yang bersifat pre-emptive, demikian dinyatakan Ketua OJK, Wimboh Santoso, pada minggu lalu. Selanjutnya, dijelaskan bahwa Fokus Kebijakan OJK antara lain, sebagai berikut:

  1. Meredam volatilitas di pasar keuangan melalui berbagai kebijakan dalam menjaga kepercayaan investor dan stabilisasi pasar.
  2. Memberi nafas bagi sektor riil dan informal untuk dapat bertahan di masa pandemic covid-19 melalui relaksasi restrukturisasi kredit/pembiayaan.
  3. Memberikan relaksasi bagi industri jasa keuangan agar tidak perlu membentuk tambahan cadangan kerugian kredit macet akibat dampak covid-.
  4. Memberikan ruang likuiditas yang memadai untuk menopang kebutuhan Likuiditas dalam mengantisipasi penarikan oleh deposan dan menjalankan kebijakan Pemerintah dalam memberikan stimulus bagi sektor riil.
  5. Resolusi pengawasan yang lebih efektif dan cepat.

 

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara umum menguat sebagai safe haven di tengah kekhawatiran pasar akan datangnya gelombang kedua wabah virus dan data retail sales AS yang terkonfirmasi anjlok, dimana indeks dolar AS secara mingguan berakhir menguat ke 100.40. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau melemah tipis ke 1.0816. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.1019 dan kemudian 1.1148, sementara support pada 1.0726 dan 1.0637.

Pound sterling minggu lalu terlihat melemah cukup dalam ke level 1.2106 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.2469 dan kemudian 1.2648, sedangkan support pada 1.1775 dan 1.1639. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir menguat ke level 107.73.  Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 108.10 dan 109.39, serta support pada 106.36 serta level 105.14. Sementara itu, Aussie dollar terpantau melemah ke level 0.6414. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.6571 dan 0.6686, sementara support level di 0.6252 dan 0.5979.

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum dalam bias melemah di tengah sentimen investor yang tertekan kekhawatiran dampak wabah virus kepada ekonomi. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir melemah ke level 20,037. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 20535 dan 21720, sementara support pada level 19448 dan 18858. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir terkoreksi ke level 23,797. Minggu ini akan berada antara level resistance di 24855 dan 26805, sementara support di 22756 dan 21139.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau umumnya agak melemah oleh data ekonomi AS yang terpukul pandemic virus dan naiknya tensi antara AS – China. Indeks Dow Jones secara mingguan melemah ke level 23,685.42, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 24765 dan 25020, sementara support di level 22789 dan 22634. Index S&P 500 minggu lalu menguat tipis ke level 2,863.70, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 3083 dan 3137, sementara support pada level 2721 dan 2447.

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau melaju mendekati level 7 tahun tertingginya di antara naiknya tensi AS – China yang menambah kekhawatiran investor atas dampaknya kepada ekonomi, sehingga harga emas spot secara mingguan menguat 2.32% ke level $1,743.00 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1755 dan berikut $1796, serta support pada $1690 dan $1661.

 

Apa yang terjadi di pasar global memiliki dampak kaitan yang sangat erat dengan dinamika pasar domestik. Volatilitas pasar investasi global jelas punya pengaruh di sini. Investor lokal dituntut memiliki juga pengetahuan akan situasi pasar dunia dengan jeli dari waktu ke waktu. Hal ini, untuk sebagian investor awam, tidak mudah dipahami. Memang pasar internasional bukan perkara mudah untuk dimengerti. Diperlukan pengenalan pasar yang secara konsisten harus dimonitor terus. Di sinilah kelebihan dari vibiznews.com sebagai media investasi online lokal dengan coverage global secara intense. Anda cukup tinggal mengikuti ulasan berita, analisis dan rekomendasi instan kami. Jadi mudah bukan? Terima kasih bagi Anda yang telah setia bersama kami, partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here