Rekomendasi Harga Minyak 18 – 22 Mei 2020: Akankah Turun Ke Teritori Negatif Lagi?

373

(Vibiznews-Commodity) Harga minyak berjangka WTI Nymex kontrak bulan Juni melanjutkan kenaikannya setelah mengalami koreksi dari ketinggian 6 minggu di 28.75 pada saat memasuki pertengahan perdagangan sesi Eropa pada hari Jumat minggu lalu, dengan pergerakan naik mengalami kelelahan setelah rally 3% intraday.

Harga minyak WTI berhasil mengatasi koreksinya dan melanjutkan kenaikannya pada perdagangan sesi Amerika Serikat dan mencapai puncaknya diperdagangkan di sekitara $29.50.

Harga minyak berhasil memperpanjang “rally” nya ke $29.50, karena IEA secara mengejutkan memberikan outlook yang bagus bagi pasar minyak global, dan melaporkan penurunan persediaan minyak mentah AS jauh lebih rendah daripada yang diperkirakan, ditengah jaminan akan berkurangnya  produksi dari anggota OPEC serta naiknya permintaan dari Cina.  Cina melaporkan peningkatan aktifitas “refinery” nya. Selain itu, Oman dan Nigeria juga bergabung dengan Arab Saudi, Kuwait dan Uni Emirat Arab untuk memangkas produksi minyak secara sukarela.

Namun kenaikan harga minyak sampai melewati $29, terancam tidak berlanjut dengan koreksi turun bisa kembali datang. Minggu ini harga minyak terancam turun bisa sampai masuk ke teritori negatif lagi. Para pembeli saat ini sedang waspada dan kuatir menjelang jatuh temponya kontrak bulan Juni pada hari Selasa, mengingat peristiwa bersejarah dari kejatuhan harga minyak pada saat jatuh tempo kontrak berjangka bulan Mei yang mengirim harga minyak memasuki teritori negatif. Pada hari Kamis minggu lalu, CFTC telah memperingati kemungkinan harga minyak kembali ke teritori negatif menuju jatuh tempo kontrak bulan Juni.

Menurut analis Energi, John Kemp,”WTI berjangka bulan Juni (CLM0) memiliki 85 juta barel yang outstanding dengan sisa waktu tiga hari lagi akan jatuh tempo, dibandingkan dengan 149 juta barel pada tahap yang sama di dalam kontrak berjangka bulan Mei (CLK0).”

Selain itu pesta ambil untung tidak bisa diabaikan setelah terjadinya rally dan menjelang penutupan mingguan. Dan juga ketakutan akan terjadinya gelombang kedua infeksi coronavirus menambah gelap outlook ekonomi global untuk permintaan minyak WTI.

Kenaikan harga minyak selanjutnya akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $30.46 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $31.13 dan kemudian $33.11. Sedangkan penurunannya akan berhadapan dengan “support” terdekat di $28.48 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $27.18 dan kemudian $25.20.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here