Weekly Market Mover : Soft Commodities – Coffee, Sugar, Cocoa

337

(Vibiznews – Commodity) – Harga soft commodities pada hari Jumat ,15 Mei ditutup mixed dengan kenaikan pada harga kopi, harga gula dan harga kakao mixed.

Harga kopi naik karena melemahnya dolar AS sehingga harga kopi naik kembali untuk dua hari berturut-turut.

Harga gula pada penutupan hari Jumat mixed, harga gula di London naik ke tertinggi 2 ¼ bulan karena meningkatnya harga minyak mentah dan melemahnya kurs GBP. Harga gula di ICE New York turun karena melemahnya real Brazil

Harga kakao ditutup mixed pada hari Jumat karena melemahnya ekonomi global akan mempengaruhi permintaan komoditas, termasuk kakao

Adapun penggerak pasar soft commodities pada minggu ini adalah sebagai berikut.

Harga kopi Juli di ICE New York pada penutupan hari Jumat naik 15 sen (0.14%)  menjadi $106.85 dan harga kopi Robusta naik 0.86%.

Faktor penggerak pasar Kopi:

  • Produksi kopi dunia di 2019/20 ( Okt – Sep ) turun 1.8% dari tahun lalu menjadi 168.006 juta kantong menurut ICO
  • Konsumsi kopi global naik 0.5% dari tahun lalu menjadi 166.058 juta kantong menurut ICO.
  • Pasar kopi dunia akan menjadi surplus 1.948 juta kantong dari surplus 5.832 juta kantong di 2018/19.
  • Ekspor kopi Brazil di 2019 sebesar 36.2 juta kantong.

Harga gula Juli di ICE New York turun 8 sen (0.76%) menjadi $10.38 dan harga gula di ICE London naik 1.13%.

Faktor Penggerak Pasar Gula:

  • Produksi gula dunia di 2019/20 ( April / Maret) turun 4.8% dari tahun lalu menjadi 166.7 MMT, setelah naik 0.6% dari tahun lalu mencapai rekor 185.2 MMT di 2018/19 menurut ISO.
  • Pasar gula dunia akan defisit 9.4 MMT defisit terbesar sejak 11 tahun,dari surplus 1.7 MMT di 2018/19 menurut ISO.
  • Produksi gula Brazil, produsen gula terbesar dunia di 2019/20 naik 17.4% dari tahun lalu menjadi 34.1 MMT setelah produksi di 2018/19 turun17.2% dari tahun lalu ke terendah 11 tahun di 31.4 MMT menurut CONAB.
  • Produksi gula India produsen gula ke dua dunia di tahun 2019/20 turun 15% dari tahun lalu menjadi terendah tiga tahun di 28 MT, karena kekeringan dan penundaan musim monsoon menurut India’s National Federation of Cooperative Sugar Factories Ltd.

Harga kakao Juli di ICE New York turun $14 (0.58%) menjadi $2,399 per ton dan Harga kakao Juli di ICE London naik 0.46%.

Faktor penggerak pasar kakao :

  • Produksi kakao dunia di 2019/20 ( Okt – Sep) naik 1,7% dari tahun lalu menjadi 4.825 MMT.
  • Produksi kakao bubuk global naik 1.2% dari tahun lalu menjadi 4.861 MMT menurut ICCO.
  • Pasar kakao dunia akan defisit 85,000 MT di 2019/20 dari defisit 107,000 MT di 2018/19.
  • Produksi Ivory Coast di 2019/20 diperkirakan naik 1.2% dari tahun lalu menjadi 2.18 MMT.
  • Produksi Ghana 2019/20 diperkirakan naik 2.3% dari tahun lalu menjadi 850.00 MMT menurut ICCO.

Loni T / Analyst Vibiz Learning Centre – Vibiz Consulting Group

Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here