Rekomendasi Forex GBP/USD 19 Mei 2020: Akankah Tetap Bisa Mengatasi Tekanan Turun?

690

(Vibiznews-Forex) GBP/USD diperdagangkan mengarah ke 1.22, berhasil naik ditengah tekanan turun. Tekanan turun GBP/USD disebabkan beberapa hal. Pertama, kekuatiran akan Brexit. Baik kepala negosiator Uni Eropa Michel Barnier dan rekan perundingannya dari Inggris David Frost mengakui mendapatkan kesulitan dalam pembicaraan mereka berdua. Brusel menghendaki Inggris menerima peraturan-peraturan yang ada di Uni Eropa sebagai imbalan kemudahan akses ke pasar tunggal Eropa, sementara London menolaknya. Dan jam terus berjalan semakin dekat dengan tenggat waktu tanggal 2 Juni.

Poundsterling  juga tertekan dengan spekulasi mengenai tingkat bunga negatif. Andy Haldane, kepala ekonom di Bank of England membuka pintu untuk terjadinya pergerakan tersebut di dalam interviewnya pada akhir minggu lalu.

Alasan selanjutnya yang menekan poundsterling adalah “lockdown” Inggris yang terus berkelanjutan.

Pasangan matauang ini berhasil mengatasi tekanan turun tersebut diatas oleh karena adanya optimisme dari Universitas Oxford yang sedang mengadakan percobaan untuk vaksin Covid-19. Dan terlebih lagi perusahaan farmasi Inggris, GSK, mengatakan mereka akan segera menyiapkan untuk memproduksi imunisasi dan akan memprioritaskan untuk Inggris terlebih dahulu.

Sementara dolar AS yang “safe-haven” relatif stabil meskipun ketegangan antara AS dengan Cina meningkat.

Peter Navarro, salah satu penasehat Gedung Putih senior mengatakan bahwa Cina dengan sengaja mengirimkan orang yang terinfeksi untuk menanam benih penyakit di negara-negara lain.

Sementara Hu Xijin, editor dari Global Times, yang menjadi jubir Beijing, menasehatkan negaranya perlu memperlengkapi diri dengan senjata nuklir tambahan dalam menghadapi agresi Amerika.

Dolar AS juga sepertinya mengabaikan pesan yang mengkuatirkan dari Gubernur Fed Jerome Powell. Dia mengatakan bahwa pemulihan ekonomi memerlukan waktu yang panjang sampai ke akhir tahun 2021. Powell tidak melihat akan ada pemulihan yang penuh tanpa ada vaksin. Dia memperingatkan bahwa tingkat pengangguran akan berada diatas 25%. Pesan Powell ini keluar dua hari setelah angka penjualan ritel AS terjun ke 16.4% pada bulan April, yang lebih buruk daripada yang diperkirakan.

Meskipun demikian, kedepannya faktor-faktor tersebut diatas bisa mendorong dolar AS naik, namun sepanjang saham sedang naik, GBP/USD kelihatannya akan bergerak kebanyakan tergantung kepada perkembangan-perkembangan yang terjadi di Inggris.

Secara tehnikal, SMA dan momentum masih mengarah turun, dengan “support” terdekat menunggu di 1.2125 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2061 dan kemudian 1.2018. Sedangkan “resistance” terdekat menunggu di 1.2186 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2268 dan kemudian 1.2393.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here