Saham Nikkei 21 Mei Melemah oleh Buruknya Data Ekspor Jepang

345

(Vibiznews – Indeks) – Setelah rally selama 4 hari berturut, saham bursa Jepang pada akhir perdagangan hari Kamis (21/05/2020) melemah dengan indeks Nikkei retreat dari posisi tertinggi 2 bulan lebih yang dicapai awal sesi. Lompatan harga saham awal sesi mendapat support dari keuntungan perdagangan saham bursa Wall Street semalam.

Kemudian terjadi profit taking setelah pemerintah Jepang melaporkan jumlah ekspor pada bulan April turun paling besar sejak krisis keuangan global 2009. Ekspor merosot 21,9 persen yoy menjadi JPY 5,20 triliun pada April 2020, dibandingkan dengan konsensus pasar yang turun 22,7 persen dan setelah penurunan 11,7 persen pada Maret.

Selain itu sentimen pasar sedang dilemahkan oleh kebangkitan kembali kekhawatiran tentang dampak jangka panjang dari wabah coronavirus yang meredakan beberapa antusiasme awal pekan ini tentang pembukaan kembali ekonomi.

Indeks Nikkei ditutup turun 0,21 persen  atau 42,84 poin menjadi  20.595,15. Untuk indeks Topix kehilangan 0,23 persen atau 3,48 poin  menjadi 1.491,21.  Demikian indeks Nikkei berjangka bulan Juni 2020 kini sedang bergerak negatif juga   dengan turun 95 poin atau 0,46% ke posisi 20.645.

Mundurnya rally saham jelang penutupan banyak dipicu oleh retreatnya saham-saham eksportir utama seperti saham Mitsubishi, Canon, Sony, Honda Motor, Toyota dan Panasonic dengan kisaran turun hingga 2 persen lebih. Saham turun oleh profit taking ditengah pelemahan yen Jepang.

Saham individu yang memimpin pelemahan dan menjadi top loosers yaitu saham  Amada Holdings anjlok 3,61%, sedangkan yang memimpin saham hijau menjadi top  gainers adalah saham Taiheiyo Cement yang menguat 12,3%.

 

 

Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here