Bullish Mingguan Nikkei di Bawah 2%, Saham Bursa Jepang 22 Mei Tertekan

288

(Vibiznews – Indeks) – Diujung perdagangan saham pekan ini, saham bursa Jepang kembali alami tekanan jual pada perdagangan Jumat (22/05/2020) dengan indeks Nikkei turun ke posisi terendah dalam 4 sesi. Namun secara mingguan, indeks Nikkei spot cetak bullish dengan penguatan 1,67%.

Aksi profit taking lanjutan perdagangan sebelumnya terus berlanjut sejak awal sesi  yang juga dipengaruhi pelemahan saham Wall Street semalam. Sentimen yang mempengaruhi tekanan jual saham masih dipengaruhi pesimisme perselisihan AS dengan China, yang membuat safe haven yen Jepang diburu investor global.

Indeks Nikkei ditutup turun 0,80 persen atau 164,5 poin  menjadi 20.388,16. Untuk indeks Topix turun 0,90 persen atau 13,41 poin menjadi 1.477,80. Demikian indeks Nikkei berjangka bulan Juni 2020 kini sedang bergerak negatif juga   dengan turun 220 poin atau 1,07% ke posisi 20.255.

Terpantau hampir semua saham masuk zona merah, yang dipimpin oleh anjloknya saham-saham eksportir utama seperti saham Mitsubishi, Canon, Sony, Honda Motor, Toyota dan Panasonic dengan kisaran turun hingga 2 persen lebih.

Pemerintah Beijing berencana untuk memberlakukan undang-undang keamanan nasional untuk mengatasi pemisahan diri, subversi, kegiatan terorisme, dan campur tangan asing di Hong Kong. Presiden A.S. Donald Trump memperingatkan bahwa Washington akan bereaksi sangat kuat jika undang-undang tersebut diberlakukan.

Sementara itu, yang memicu menguatnya yen Jepang terhadap dolar dan merugikan saham eksportir utama yaitu kebijakan BOJ terbaru.  Bank of Japan meluncurkan program pinjaman baru senilai JPY 30 triliun yen ($ 279 miliar) selama pertemuan darurat untuk mendukung bisnis kecil yang berjuang melawan dampak dari pandemi coronavirus.

Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here