Bursa Wall Street Retreat dari Posisi Tertinggi 2 Bulan, Saham Properti Menguat Sendiri

308

(Vibiznews – Index) – Telah terjadi aksi profit taking pada perdagangan saham bursa Amerika Serikat yang berakhir pada Jumat (21/05/2020) yang menyebabkan indeks saham utamanya turun dari posisi penutupan terbaik 2 bulan. Tingginya harga saham Wall Street sepanjang pekan ini dijadikan sebagai alasan investor melakukan aksi ambil untung, merespon kurang optimisnya beberapa rilis terbaru data ekonomi AS.

Semua indeks utama mengakhiri hari dengan kuat di wilayah negatif tetapi jauh dari posisi terendah sesi. Indeks Dow Jones turun 101,78 poin atau 0,4 persen menjadi 24.474,12, indeks Nasdaq merosot 90,90 poin atau 1 persen menjadi 9.284,88 dan indeks S&P 500 turun 23,10 poin atau 0,8 persen menjadi 2.948,51.

Aksi ambil untung investor terhadap saham di Wall Street dikarenakan sebelumnya  posisi Nasdaq di tertinggi tiga bulan dan indeks  S&P 500 mencapai level penutupan terbaik sejak awal Maret.

Departemen Tenaga Kerja melaporkan klaim pengangguran turun dari periode pekan sebelumnya, namun masih dikategorikan level yang tinggi.  Klaim turun menjadi 2,438 juta dalam pekan yang berakhir 16 Mei, turun 249.000 dari tingkat revisi pekan sebelumnya 2,687 juta. Klaim pengangguran turun untuk ketujuh minggu berturut-turut setelah mencapai rekor tertinggi 6,867 juta dalam pekan yang berakhir 28 Maret.

Sementara itu, National Association of Realtors merilis laporan yang menunjukkan penurunan tajam penjualan rumah AS yang ada di bulan April. Penjualan rumah yang ada anjlok 17,8 persen ke tingkat tahunan 4,33 juta pada April setelah jatuh 8,5 persen menjadi 5,27 juta pada Maret. Data ini merupakan  level terendah sejak mencapai 3,45 juta pada Juli 2010.

Melihat pergerakan secara sektoral, saham emas berusaha bangkit  setelah aksi jual awal tetapi masih berakhir hari ini dengan posisi lebih rendah dengan NYSE Arca Gold Bugs Index anjlok 2,9 persen.

Kelemahan yang signifikan juga terlihat di antara saham semikonduktor, seperti tercermin oleh penurunan 2,7 persen oleh Philadelphia Semiconductor Index. Indeks mengakhiri sesi sebelumnya pada penutupan tertinggi tiga bulan.

Saham minyak juga alami kelemahan yang cukup besar meskipun harga minyak mentah sedang naik, membuat NYSE Arca Oil Index turun 1,6 persen setelah mengakhiri perdagangan Rabu di level penutupan terbaiknya dalam lebih dari dua bulan.

Saham jaringan, bioteknologi, dan perangkat lunak juga bergerak ke zona merah, sementara itu terjadi pergerakan sebaliknya pada saham perumahan yang bergerak lebih tinggi meskipun ada penurunan tajam dalam penjualan rumah yang ada.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here