China Kembali Tekan Hong Kong, Saham Hang Seng Akhir Pekan Terjun Bebas

336

(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Hong Kong akhir pekan menjadi bursa paling buruk pergerakan harga sahamnya di kawasan Asia, dengan indeks Hang Seng anjlok parah hingga 5% lebih pada sesi hari Jumat (22/05/2020). Demikian juga secara mingguan Hang Seng cetak bearish untuk 2 pekan berturut dengan penurunan 3,64%.   

Bearish harian yang dicetak Hang Seng hari ini merupakan kinerja terburuk indeks Hang Seng sejak Juli 2015. Tekanan jual  dipicu oleh  berita  bahwa Beijing akan bergerak untuk mengeluarkan undang-undang keamanan nasional yang sangat kontroversial untuk Hong Kong.

Berita ini menjadi pukulan terbesar bagi otonomi Hong Kong sejak penyerahannya ke China pada tahun 1997, yang juga semakin memicu ketegangan antara Cina dan Amerika Serikat.

Indeks Hang Seng turun 1.350 poin  atau 5,6% ke posisi 22.930, merupakan level terendah dua bulan. Demikian untuk indeks saham  Cina  Enterprise (HSCE)  dengan 60 saham unggulan turun 4,30%  atau 423,29 poin menjadi 9.850,07.  Demikian indeks Hang Seng berjangka masih bergerak negatif  dengan penurunan 0,48% ke posisi 24.280.

Secara mingguan Hang Seng cetak bearish dengan penurunan 3,64%, setelah pekan lalu anjlok secara mingguan sebesar 1,79%.

Melihat pergerakan secara sektoral,  semua sektor utama masuk zona merah yang dipimpin oleh  anjloknya saham sektor properti turun 7%, saham sektor energi  turun 5,13%, saham sektor TI turun 5,11% dan sektor keuangan berakhir  5,52% lebih rendah. Saham individu yang memimpin pelemahan dan menjadi top losers yaitu saham  Wharf Real Estate Investment Company Ltd yang turun 8,56%.

Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here