Obligasi Pemerintah RI Terus Diburu 2 Mingguan Ini; Obligasi Negara Berkembang Jadi Pilihan

454
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – Bonds) – Harga obligasi rupiah Pemerintah Indonesia jangka panjang 10 tahun terpantau naik terus dalam dua mingguan belakangan ini, sebagaimana terlihat dari pergerakan turun imbal hasil (yield) obligasi, dari posisi 8,092% pada 8/5 menjadi 7,676% pada 20/5 sebelum libur perdagangan. Pergerakan ini menunjukkan obligasi Pemerintah terus diburu investor di tengah ketidakpastian pasar dan ekonomi di depan, serta penawaran yield obligasi negara berkembang yang cenderung lebih tinggi dibandingkan obligasi negara maju.

Pasar juga berekspektasi akan adanya kenaikan lanjutan harga obligasi setelah Gubernur Bank Indonesia, Selasa lalu, menyebutkan masih ada ruang untuk menurunkan suku bunga guna mendorong pertumbuhan ekonomi, pada saat Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Days RR di 4,5%.

Analis Vibiz Research Center melihat untuk IHSG di hari terakhir perdagangan Rabu (20/5) terpantau terkoreksi tipis 0,06% atau -2,704 poin ke level 4.545,952, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya mixed setelah rilis suku bunga acuan pinjaman dari China yang bertahan tetap. IHSG dalam seminggu terkoreksi tipis 0,18%. Sedangkan, rupiah Rabu menguat signifikan 0,41% atau 60 poin ke level Rp 14.710, atau dalam seminggu menguat tajam 1,01% atau 150 poin.

Menurut data per Rabu, tingkat yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun: 7,928%; tenor 5 tahun turun ke 7,131%; dan tenor 3 tahun turun ke 6,638%. Menunjukkan harga SBN konsisten menguat sepanjang minggu meneruskan tren dari minggu sebelumnya.

Sebagaimana diketahui, yield menjadi acuan keuntungan investor di pasar surat utang dibanding harga karena itu sudah mencerminkan kupon, tenor, dan risiko dalam satu angka. Kenaikan yield menunjukkan turunnya harga obligasi pemerintah karena gerak antara yield dan harga obligasi berlawanan. Harga obligasi yang turun mencerminkan risiko tinggi, maka yield akan naik. Sebaliknya, yield turun mencerminkan harga obligasi yang naik.

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here