Pertikaian AS-China Resahkan Kospi Akhir Pekan, Mingguannya Masih Gain 2,2%

407

(Vibiznews – Indeks) – Posisi bullish Kospi terpanjang sepanjang tahun 2020 akhirnya terhenti pada perdagangan saham bursa Korea Selatan hari Jumat (22/05/2020).  Aksi profit taking pasar akhir pekan ini membuat indeks Kospi turun ke posisi terendah sejak awal pekan. Namun secara mingguan, Kospi berhasil cetak bullish kuat dengan kenaikan 2,2%. 

Tekanan jual saham sejak awal sesi dipicu oleh  sengketa yang meningkat antara Amerika Serikat dan Cina yang selanjutnya dapat merusak ekspor negara itu.  Diberitakan Pemerintah Beijing berencana untuk memberlakukan undang-undang keamanan nasional untuk mengatasi pemisahan diri, subversi, kegiatan terorisme, dan campur tangan asing di Hong Kong. Presiden A.S. Donald Trump memperingatkan bahwa Washington akan bereaksi sangat kuat jika undang-undang tersebut diberlakukan.

Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) ditutup anjlok 28,18 poin  atau 1,41 persen menjadi 1.970,13, merupakan posisi tertinggi sejak perdagangan 18 Mei. Demikian indeks Kospi200 berjangka turun 4,12 poin atau 1,56% ke posisi 259,62, setelah sempat  turun ke posisi rendah 258.34 dan ke posisi tinggi di 264.07.     

Saham-saham berkapitalisasi besar ditutup anjlok di zona merah dengan pemimpin saham Samsung Electronics turun  2,40 persen, saham SK hynix anjlok 2,52 persen, saham Celltrion tergelincir 1,14 persen, saham Hyundai Motor anjlok 2,78 persen dan saham Kia Motors turun 1,63 persen.

 

Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here