Rekomendasi Harga Minyak 22 Mei 2020: Kenaikan Terhenti karena Naiknya USD

255

(Vibiznews-Commodity) Setelah menyentuh level tertinggi di dalam dua bulan pada $34.48, minyak WTI kontrak bulan Juli Nymex telah memasuki konsolidasi “bullish”, dengan para pembeli mengumpulkan tenaga untuk mendorong naik lebih tinggi ke depannya.

Mandeknya kenaikan harga emas hitam bisa diasosiasikan dengan “rebound” nya dolar AS secara luas ditengah profil pasar yang “risk-off”, yang disebabkan oleh kekuatiran akan dampak ekonomi karena coronavirus dan eskalasinya ketegangan AS-Cina. Menguatnya dolar AS membuat minyak yang berdenominasikan dolar menjadi kurang menarik bagi para pembeli asing.

Meskipun demikian, kecenderungan naik dari minyak AS ini masih utuh ditengah meningkatnya ekspektasi akan bangkitnya permintaan dengan dibukanya kembali ekonomi global dari peraturan lockdown karena virus.

Selanjutnya, mengikuti kesepakatan pemangkasan produksi OPEC+ oleh para produser minyak yang dikombinasikan dengan turunnya inventori minyak mentah AS, telah memberikan dukungan terhadap minyak WTI.

The Energy Information Administration (EIA), pada hari Rabu, menunjukkan inventori minyak mentah AS tanpa terduga turuh 5 juta barel minggu lalu. Sementara itu, data API yang terbaru menunjukkan bahwa inventori minyak mentah AS turun 4.8 juta barel menjadi 521.300.000 barel pada minggu yang berakhir pada tanggal 15 Mei.

Kedepannya dinamika dolar AS dan sentimen terhadap resiko akan tetap menjadi penggerak utama dari harga minyak.

Kenaikan lebih lanjut akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $34.36 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $35.16 dan kemudian $37.31. Sedangkan penurunannya akan berhadapan dengan “support” terdekat di $32.22 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $30.87 dan kemudian $28.72.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here