Ketegangan AS-China dan Arah Perekonomian — Market Outlook, 25-29 May 2020 by Alfred Pakasi

1129

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi global pada minggu lalu diwarnai dengan dinamika pasar di antara sejumlah isyu, antara lain, berlanjut naiknya tensi ketegangan AS – China, rencana pembukaan perekonomian kembali secara bertahap di AS dan sejumlah negara lainnya, serta optimisme yang terbangun dengan berita ditemukannya vaksin virus corona di AS. Untuk korban virus, berita resmi terakhirnya, sudah sekitar 5.3 juta orang terinfeksi di dunia dan lebih dari 340 ribu orang meninggal, dan menyebar ke 213 negara dan teritori. Pasar saham dunia fluktuatif, permintaan safe haven turun naik yang menggoyang pergerakan dollar AS dan emas, sementara rupiah terus rally 3 minggu berturut-turut.

Minggu berikutnya, isyu antara naiknya tensi lanjutan AS-China, rencana pembukaan perekonomian, dan dampak ekonomi dari wabah virus Wuhan ini akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Market Review and Outlook 25-29 May 2020.

===

Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia terpantau rebound menguat setelah 2 minggu sebelumnya terkoreksi profit taking investor asing dengan masih di sekitar area konsolidasinya. Sementara itu, bursa kawasan Asia umumnya bias menurun. Secara mingguan IHSG ditutup menguat 0.85% ke level 4,545.952. Untuk minggu berikutnya (26-29 Mei 2020), setelah libur Idul Fitri, IHSG kemungkinan masih di rentang konsolidasinya, dengan peluang melanjutkan rebound-nya. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di 4727 dan kemudian 4975, sedangkan support level di posisi 4441 dan kemudian 4317.

Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan lalu terpantau menguat kembali selama 3 minggu berturut-turut oleh masuknya dana asing ke pasar obligasi pemerintah, sementara dollar global agak terkoreksi, sehingga rupiah secara mingguannya menguat signifikan 1.01% ke level Rp 14,710. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan turun, atau masih bias positif bagi rupiah dengan pergerakan agak tertahan, dalam range antara resistance di level Rp15,195 dan Rp15,610, sementara support di level Rp14.610 dan Rp14,095.

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada Selasa 19 Mei lalu memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 4,50%. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyatakan: “Keputusan ini mempertimbangkan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar di tengah ketidakpastian pasar keuangan global, meskipun Bank Indonesia melihat adanya ruang penurunan suku bunga seiring rendahnya tekanan inflasi dan perlunya mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama pada tahun 2020.”

Di samping langkah-langkah yang telah dilakukan, Bank Indonesia menempuh langkah-langkah, antara lain, sebagai berikut:

  1. Menyediakan likuiditas bagi perbankan dalam restrukturisasi kredit UMKM dan usaha ultra mikro yang memiliki pinjaman di lembaga keuangan.
  2. Mempertimbangkan pemberian jasa giro GWM kepada semua Bank.
  3. Memperkuat operasi moneter dan pendalaman pasar keuangan syariah.
  4. Mendorong percepatan implementasi ekonomi dan keuangan digital sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi.

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara umum terkoreksi di tengah penguatan euro oleh adanya program dana pemulihan wabah virus untuk Eropa, namun di akhir minggu menanjak karena naiknya tensi AS-China, dimana indeks dolar AS secara mingguan berakhir terkoreksi ke 99.86. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau menguat ke 1.0903. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.1019 dan kemudian 1.1148, sementara support pada 1.0726 dan 1.0637.

Pound sterling minggu lalu terlihat menguat terbatas ke level 1.2169 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.2469 dan kemudian 1.2648, sedangkan support pada 1.2075 dan 1.1775. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir melemah tipis ke level 107.63.  Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 108.10 dan 109.39, serta support pada 106.36 serta level 105.14. Sementara itu, Aussie dollar terpantau menguat ke level 0.6537. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.6618 dan 0.6686, sementara support level di 0.6371 dan 0.6252.

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum variatif dengan bias melemah, sementara Hang Seng tergerus tajam di tengah berita bahwa Beijing siap mencanangkan undang-undang baru terkait keamanan Hong Kong. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir menguat ke level 20,338. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 20735 dan 21720, sementara support pada level 19448 dan 18858. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir merosot ke level 22,930. Minggu ini akan berada antara level resistance di 24552 dan 24855, sementara support di 22756 dan 21139.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau umumnya menguat di antara optimisme pasar dengan ditemukannya vaksin virus corona dan rencana pembukaan ekonomi AS kembali. Indeks Dow Jones secara mingguan menguat ke level 24,465.16, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 24765 dan 25020, sementara support di level 22789 dan 22634. Index S&P 500 minggu lalu menguat ke level 2,955.45, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 3083 dan 3137, sementara support pada level 2766 dan 2447.

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau fluktuatif, sempat mencapai level 7 tahun tertingginya lalu tergerus cepat, dan di akhir pekan menguat oleh naiknya tensi AS – China, sehingga harga emas spot secara mingguan terkoreksi 0.40% ke level $1,736.07 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1766 dan berikut $1796, serta support pada $1691 dan $1661.

Kembali kiranya para pembaca dapat melihat bahwa isyu yang datang dari Amerika Serikat –baik itu tentang tensi politik dan dagang, perkiraan arah suku bunga, prospek ekonomi, sampai rencana pembukaan ekonominya– sering memberikan sentuhan dinamika sebagai satu major fundamental yang menjadi penggerak utama pasar. Seperti misalnya berita arah kebijakan the Fed yang kerap mewarnai dan menggerakkan pasar, kadang berdampak bearish dan lain kali mendorong rally pasar. Kita juga akan melihat sejumlah isyu lain yang dapat menggerakkan pasar nantinya. Vibiznews.com akan menjadi partner Anda sebagai investor dalam memantau tiap-tiap pergerakan pasar secara updated dan detail.  Baiklah, terima kasih karena telah bersama kami karena kami ada demi sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

Bagi Anda yang merayakannya, kami sampaikan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H, mohon maaf lahir dan batin.

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here