Analisa Fundamental Yen dalam USDJPY Pekan Ini

847

(Vibiznews – Forex) – Melihat pergerakan pasar forex pekan lalu, posisi yen Jepang pekan lalu kembali melemah terhadap dolar AS dalam pair USDJPY. Pair mencetak kenaikan mingguan untuk pekan kedua berturut-turut. Pekan lalu aset safe haven sangat digemari namun pasar lebih memilih dolar AS.

Fundamental Pekan Lalu
Kondisi ekonomi Jepang pekan lalu dilaporkan alami resesi menurut laporan PDB kuartal pertama tahun ini, ekonomi berkontraksi sebesar 0,9% Q1-2020 dan sebelumnya berkontraksi di Q4-2019 sebesar 1,6% persen. Kemudian indikator manufaktur juga turun dalam dalam data PMI dan defisit perdagangan Jepang dilaporkan membengkak  ke   1,00 triliun yen, karena ekspor turun 22% pada bulan April.

BoJ mengadakan pertemuan yang tidak dijadwalkan, di mana ia menawarkan lebih banyak kredit untuk bisnis yang kesulitan tetapi tidak membuat perubahan apa pun pada kebijakan moneter.

Menteri Keuangan Jepang Taro Aso dan Gubernur Bank Jepang Haruhiko Kuroda mengeluarkan pernyataan pada hari Jumat 22 Mei bahwa pemerintah dan Bank Sentral negara itu akan bekerja sama untuk mengembalikan perekonomian ke jalur pertumbuhan. Para pejabat tinggi telah mencatat bahwa jumlah kebangkrutan di Jepang telah tumbuh dengan cepat selama sebulan terakhir.

Dalam hal ini, Kuroda mengumumkan program bernilai 30 triliun yen, di mana perusahaan yang terkena pandemi coronavirus akan dapat memperoleh pinjaman tanpa agunan dan dengan tingkat bunga nol.

Fundamental Pekan ini
Penurunan kuat dalam aktivitas ekonomi Jepang yang merupakan ekonomi terbesar kedua di Asia dan ketiga di dunia  terus berlanjut, sehingga akan mempengaruhi pada tingkat inflasi, penjualan ritel dan produksi industri yang akan dilaporkan pekan ini.

Angka konsumen Jepang atau inflasi diperkirakan akan melemah dengan Tokyo Core CPI diproyeksikan turun 0,2%. Bank of Japan telah lama mencoba untuk meningkatkan inflasi dengan meluncurkan berbagai program insentif dan mempertahankan suku bunga utama di zona merah. Sementara itu data penjualan ritel diperkirakan akan turun 11,2 persen, demikian juga produksi industri diperkirakan semakin menurun ke posisi -3,9%.

Namun melihat sentimen pasar global beberapa hari terakhir, kondisi fundamental yen yang lemah ini dapat dihiraukan dengan meningkatnya permintaan aset safe haven merespon meningkatnya konflik politik dan ekonomi antara AS dan China.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here