Rekomendasi Harga Minyak 25 – 29 Mei 2020: Berhasil Mengatasi Tekanan Turun

374

(Vibiznews-Commodity) Setelah mengalami kenaikan terus menerus dari awal minggu di $28 sampai ke $34 di hari Kamis, pada hari Jumat harga minyak sempat turun di bawah $32, karena ketegangan AS dengan Cina yang membebani komoditi minyak dan menaikkan dolar AS sehingga membuat harga minyak menjadi lebih mahal bagi negara-negara konsumen.

Namun harga minyak pada hari minggu lalu berhasil ditutup naik kembali ke atas $33 dan sekarang diperdagangkan di $33.25 setelah perusahan pengilang minyak AS Baker Hughes melaporkan bahwa jumlah kilang minyak AS yang aktif turun untuk yang ke 10 minggu berturut-turut.

Jumlah kilangan minyak yang aktif di Amerika Serikat turun sebanyak 21 pada minggu tanggal 22 Mei ke rekor kerendahan di 318, ditengah keruntuhan global dari permintaan minyak yang disebabkan oleh lockdown karena coronavirus. Angka ini mengkonfirmasi penurunan yang ke 10 dari penghitungan kilang minyak dan merupakan rekor terendah dalam tiga minggu berturut-turut.

Kontrak WTI berjangka mengambil berita ini dan memperpanjang “rebound” dari kerendahan sesi di $30.70 ke level diatas $33.

Namun, West Texas Intermediate AS ini tetap dibawah level puncak $34.65 yang tercapai pada hari Kamis. Meningkatnya ketegangan antara Washington dan Beijing dan keprihatinan pasar mengenai pertumbuhan ekonomi Cina telah membuat sentimen pasar menjadi buruk dan membuat harga minyak tertekan turun.

Kenaikan lebih lanjut dari WTI berjangka akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $33.71 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $35.42 dan kemudian $36.07. Sedangkan “support” terdekat menunggu di $33.34 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $32.68 dan kemudian $31.98.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here