Weekly Market Mover – Soft Commodities – Coffee – Sugar – Cocoa

416

(Vibiznews – Commodity) – Harga soft commodities pada penutupan pasar hari Jumat mixed, dengan harga kopi naik, harga gula mixed, dan harga kakao juga mixed.

Harga kopi Arabika di New York turun ke terendah 3 ½ bulan dan harga kopi Robusta di London naik ke tertinggi 2 minggu. Harga kopi Arabika turun untuk ke empat sesi berturut-turut karena meningkatnya persediaan kopi.

Harga gula di New York pada penutupan hari Jumat turun karena harga minyak mentah turun, melemahnya kurs real Brazil, sedangkan di London harga gula naik karena melemahnya GBP/USD.

Harga kakao ditutup naik pada hari Jumat harga kakao di New York naik dari harga terendah 3.5 minggu karena perkiraan pasar kakao global akan ketat akibat dari produksi di Ivory Coast, Indonesia dan Ghana menurun. Permintaan kakao diperkirakan akan meningkat kembali di Asia dan Eropa, setelah pandemic covid-19.

Adapun perincian penggerak pasar soft commodities pada minggu ini adalah sebagai berikut:

Harga kopi Arabika Juli di ICE New York ditutup turun $1.15 (1.10%) menjadi $103.60 dan harga kopi Robusta Juli di ICE London naik 1.51%.

Faktor penggerak pasar Kopi:

  • Produksi kopi dunia di 2019/20 ( Okt – Sep ) turun 1.8% dari tahun lalu menjadi 168.006 juta kantong menurut ICO
  • Konsumsi kopi global naik 0.5% dari tahun lalu menjadi 166.058 juta kantong menurut ICO.
  • Pasar kopi dunia akan menjadi surplus 1.948 juta kantong dari surplus 5.832 juta kantong di 2018/19.
  • Ekspor kopi Brazil di 2019 sebesar 36.2 juta kantong.
  • Ekspor kopi Vietnam dari Januari sampai April naik 4.5% dari tahun lalu menjadi 659,000 MT

Harga gula Juli di ICE New York turun 5 sen (0.46%) menjadi $10.93 dan harga gula putih Agustus di London naik 0.44%.

Faktor Penggerak Pasar Gula:

  • Produksi gula dunia di 2019/20 ( April / Maret) turun 4.8% dari tahun lalu menjadi 166.7 MMT, setelah naik 0.6% dari tahun lalu mencapai rekor 185.2 MMT di 2018/19 menurut ISO.
  • Pasar gula dunia akan defisit 9.4 MMT defisit terbesar sejak 11 tahun,dari surplus 1.7 MMT di 2018/19 menurut ISO.
  • Produksi gula Brazil, negara produsen gula terbesar di dunia di tahun 2020/21 diperkirakan akan naik 18.5% dari tahun lalu menjadi 35.3 MMT menurut CONAB
  • Produksi gula India negara produsen gula terbesar ke dua dunia, dari Oktober – 15 Mei 2020 turun 19% dari tahun lalu menjadi 26.47 MMT menurut ISMA

Harga kakao Juli di ICE New York pada penutupan pasar hari Jumat naik $54 (2.31%) menjadi $2,394 perton, harga kakao di ICE London naik 1.95%.

Faktor penggerak pasar kakao :

  • Produksi kakao dunia di 2019/20 ( Okt – Sep) naik 1,7% dari tahun lalu menjadi 4.825 MMT.
  • Produksi kakao bubuk global naik 1.2% dari tahun lalu menjadi 4.861 MMT menurut ICCO.
  • Pasar kakao dunia akan defisit 85,000 MT di 2019/20 dari defisit 107,000 MT di 2018/19.
  • Produksi Ivory Coast di 2019/20 diperkirakan naik 1.2% dari tahun lalu menjadi 2.18 MMT.
  • Produksi Ghana 2019/20 diperkirakan naik 2.3% dari tahun lalu menjadi 850.00 MMT menurut ICCO.

Loni T / Analyst Vibiz Learning Centre – Vibiz Consulting Group

Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here