Bursa Wall Street Retreat oleh Tekanan Jual Saham Perumahan dan Perbankan

317

(Vibiznews-Index) – Indeks  bursa saham Amerika alami tekanan profit taking jelang penutupan perdagangan yang berakhir Jumat (29/05/2020), sehingga retreat dari posisi tertinggi perdagangan sebelumnya.   Harga saham sempat bergerak naik sejak awal sesi merespon sentimen global sebelumnya yang optimis akan dibukanya kegiatan ekonomi di Amerika Serikat dan negara lainnya.

Indeks Dow Jonescturun 147,63 poin atau 0,6 persen menjadi 25.400,64, indeks Nasdaq turun 43,37 poin atau 0,5 persen menjadi 9.368,99 dan indeks S&P 500 turun 6,40 poin atau 0,2 persen menjadi 3.029,73.

Penguatan harga saham awal sesi mendapat support  setelah rilis laporan dari Departemen Tenaga Kerja yang menunjukkan penurunan terus-menerus dalam klaim pertama kali untuk tunjangan pengangguran di pekan yang berakhir 23 Mei. Klaim pengangguran awal turun menjadi 2,123 juta, penurunan 323.000 dari tingkat revisi minggu sebelumnya 2,446 juta.

Kemudian tekanan jual saham jelang penutupan sesi setelah  Presiden Donald Trump mengumumkan  rencana untuk mengadakan konferensi pers tentang China pada hari Jumat. Dimana Kongres Rakyat China telah mensahkan UU Kemanan baru di Hong Kong. Tekanan jual cukup dominan terjadi pada saham-saham perumahan dan perbankan.

Sementara itu, Departemen Perdagangan merilis laporan terpisah yang menunjukkan penurunan substansial dalam pesanan baru untuk AS yang memproduksi barang tahan lama di bulan April. Pesanan barang tahan lama anjlok sebesar 17,2 persen pada April menyusul revisi penurunan 16,6 persen pada Maret.

Melihat pergerakan secara sektoral, saham-saham perumahan menunjukkan pergerakan lemah hingga menyeret Philadelphia Housing Sector Index turun sebesar 3,9 persen. Kelemahan di sektor ini terjadi setelah National Association of Realtors merilis laporan yang menunjukkan penurunan tajam dalam penjualan rumah yang tertunda di bulan April.

Kelemahan yang signifikan juga terlihat di antara saham-saham perbankan, yang tercermin dari penurunan indeks KBW Bank sebesar 3,6 persen. Saham perangkat keras komputer, energi dan semikonduktor juga alami  kelemahan yang cukup besar pada hari itu. Namun terjadi pergerakan sebaliknya pada  saham utilitas, stok farmasi dan kimia.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here