Kospi Awal Mei Melaju Sambut Rencana Stimulus Tambahan Pemerintah Korsel

278

(Vibiznews – Indeks) – Harga saham bursa Korea Selatan kembali rally sejak awal  perdagangan hari Senin (01/06/2020) dengan indeks Kospi ditutup pada posisi tertinggi dalam 3 bulan. Kenaikan indeks saham awal pekan ini menghiraukan tekanan buruknya rilis data ekonomi dari Korea Selatan, yang diperkuat rencana anggaran tambahan stimulus pemerintah Korsel.

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengkonfirmasi dorongan pemerintah untuk anggaran tambahan ketiga tahun ini, yang menurutnya harus menjadi yang terbesar dalam sejarah negara itu, mendorong harapan untuk pemulihan cepat ekonomi yang terkena pandemi COVID-19. Anggaran tambahan ketiga, jika terealisasi, akan menandai yang pertama dari jenisnya dalam lebih dari lima dekade sejak 1969. Presiden mengatakan RUU pemerintah mengenai anggaran yang diusulkan akan diajukan ke parlemen sebelum akhir minggu ini.

Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) ditutup menguat 35,48 poin atau 1,75% menjadi 2.065,08, merupakan posisi tertinggi sejak perdagangan 5 Maret 2020. Demikian juga indeks Kospi200 berjangka menguat 4,87 poin atau 1,81% ke posisi 273,19, setelah sempat turun ke posisi rendah 268.93 dan posisi tertinggi di 273.39.     

Saham-saham berkapitalisasi besar ditutup menguat dalam zona hijau dengan pemimpin saham Samsung Electronics naik 0,99 persen, sementara saham pembuat chip No. 2 SK hynix melonjak 2,58 persen. Saham perusahaan farmasi terkemuka Samsung BioLogics menambahkan 1,13 persen, sementara saham pembuat mobil terkemuka Hyundai Motor naik 2,04 persen.

Data ekonomi Korea Selatan yang membayangi pergerakan saham seperti  data PMI Manufaktur jatuh ke rekor terendah 41,3 pada Mei 2020 dari 41,6 pada bulan sebelumnya. Selain itu, perkiraan awal menunjukkan bahwa surplus perdagangan Korea Selatan turun menjadi USD 0,44 miliar pada Mei 2020 dari USD 2,08 miliar pada bulan yang sama tahun sebelumnya, dengan ekspor  anjlok 23,7 persen yoy menjadi USD 36,55 miliar sementara impor anjlok 21,1 persen hingga USD 37,94 miliar.

Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here