Rekomendasi Forex GBP/USD 1 – 5 Juni 2020: Jangka Pendek Masih Cenderung Turun

1264

(Vibiznews-Forex) Harapan yang muncul pada awal minggu dimana Uni Eropa siap memberikan konsesi perikanan terhadap Inggris yang mengangkat Sterling lenyap dengan Inggris menolak perpanjangan periode transisi. Hal lain yang membebani Sterling adalah skandal dari Dominic Cummings, penasehat senior Downing Streets.

Spekulasi mengenai tingkat bunga negatif masih tetap aktif namun Andrew Bailey Gubernur BoE memberikan petunjuk bahwa itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat telah memberikan sedikit kelegaan bagi Sterling. Selain itu di dukung juga oleh anggota BoE Saunders yang mengatakan bahwa sekalipun dia tidak meniadakan kemungkinan akan tingkat bunga yang negatif, dia juga tidak merasa perlu untuk melakukannya. Minggu lalu, GBP/USD juga mengalami kenaikan ke 1.2330 karena melemahnya USD.

Tenggat waktu untuk memutuskan perpanjangan periode implementasi Brexit sudah tiba. Inggris mengulangi penolakannya terhadap perpanjangan, membuat tenggat waktu tanggal 2 Juni menjadi hilang optimismenya dan membebani Poundsterling.

Perkembangan angka-angka coronavirus kritikal terhadap pergerakan kembali ke normal – termasuk pembukaan kembali lebih banyak took pada pertengahan bulan Juni. Perkembangan baik Inggris kecepatannya tertinggal dari rekan-rekan negara lainnya.

Kalender ekonomi Inggris tidak banyak. Markit’s final Purchasing Managers’ Indexes untuk bulan Mei diperkirakan akan mengkonfirmasi kelemahan, namun membaik dalam aktfitas ekonomi. Angka Consumer Confidence GfK kemungkinan menunjukkan para pembelanja tetap pesimis.

Ketegangan AS-Cina kemungkinan tetap tinggi, dari masalah Huawei, Hong Kong dan juga Taiwan bisa terus mendukung kenaikan dari dolar AS yang “safe-haven” setelah sempat terhenti sebentar pada hari Jumat. Sebaliknya, apabila kesepakatan perdagangan tetap berhasil dipertahankan, hal ini akan membuat dolar AS berada dibawah tekanan.

Korban kematian karena coronavirus telah turun kebawah 1000 di AS sementara negara bagian – negara bagian mulai membuka kegiatan ekonomi mereka. Semakin lama bisa berlangsung, semakin baik buat sentimen pasar dan juga bagi GBP/USD. Namun, merebaknya coronavirus di berbagai negara – bagian bisa memicu permintaan akan dolar AS.

Dari kalender ekonomi, PMI manufaktur ISM kemungkinan akan menunjukkan kebangkitan dari kerendahan namun masih tetap dibawah batas 50 yang memisahkan ekspansi dari kontraksi.

PMI Non-manufaktur ISM pada hari Rabu kemungkinan menunjukkan kenaikan di pasar tenaga kerja di sektor jasa, meskipun masih dalam level depresi.

Non-Farm Payrolls bulan Mei kemungkinan akan menunjukkan jumlah kehilangan pekerjaan yang lebih kecil, namun jumlahnya masih jutaan. Tingkat pengangguran kemungkinan berada disekitar 20%, angka yang mengerikan, namun masih berada dibawah dari puncak Great Depression yang sebesar 25%. Upah yang meningkat pada bulan April diperkirakan akan kembali ke normal.

Secara keseluruhan GBP/USD dalam jangka pendek masih cenderung turun dengan “support” terdekat berada pada 1.2285 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2210 dan kemudian 1.2180. Sedangkan kenaikannya akan berhadapan dengan 1.2360 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2400 dan kemudian 1.2460.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here