Harga Obligasi Pemerintah Tren Penguatan Sebulan Terakhir; Menjelang New Normal

542
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – Bonds) – Imbal hasil (yield) obligasi rupiah Pemerintah Indonesia jangka panjang 10 tahun terpantau turun 16,7 bps, pada perdagangan Kamis sore ini (4/6) menjadi 7,028%. Pergerakan ini menunjukkan harga obligasi Pemerintah dalam tren penguatan selama 3 minggu terakhir ini, didorong minat investor asing masuk ke pasar keuangan Indonesia menjelang berlakunya ‘new normal’.

Minat investor asing terhadap SBN sangat kuat, terpantau dari permintaan yang masuk pada lelang Selasa lalu yang mencapai Rp 105,27 triliun. Ini merupakan rekor baru sejak 18 Februari lalu, saat penjualan mencapai Rp 127,12 triliun. Kenaikan harga SBN ini terdorong oleh sentimen positif new normal, sementara sejumlah negara di Eropa serta Amerika segera membuka kembali ekonomi mereka.

Analis Vibiz Research Center melihat untuk IHSG hari Kamis di akhir sesi ini, terpantau dua arah dan ditutup terkoreksi 0,49% atau -24,302 poin ke level 4.916,704, setelah rally 6 hari berturut-turut, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya variatif di tengah pasar yang mencerna kemungkinan adanya pemulihan ekonomi paska pandemic virus corona. Sedangkan, rupiah sore ini melemah tipis 0,02% atau 3 poin ke level Rp 14.098.

Menurut data per petang ini, tingkat yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun turun 16,7 bp ke level 7,028%; tenor 5 tahun turun 23,3 bp ke level 6,559%. Menunjukkan harga SBN cenderung menguat sejak tanggal 8/5 lalu, saat yield berada di level 8,077%, atau dalam hampir 4 minggu terakhir.

Sebagaimana diketahui, yield menjadi acuan keuntungan investor di pasar surat utang dibanding harga karena itu sudah mencerminkan kupon, tenor, dan risiko dalam satu angka. Kenaikan yield menunjukkan turunnya harga obligasi pemerintah karena gerak antara yield dan harga obligasi berlawanan. Harga obligasi yang turun mencerminkan risiko tinggi, maka yield akan naik. Sebaliknya, yield turun mencerminkan harga obligasi yang naik.

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here