Rekomendasi Forex EUR/USD 4 Juni 2020: Naik Karena Turunnya USD

1225

(Vibiznews – Forex) EUR/USD sempat diperdagangkan turun dari ketinggian 1.12.Salah satu penyebab turunnya EUR/USD dari level tertinggi sejak bulan Maret, adalah gagalnya pembicaraan antara pemerintah Jerman dengan para partner koalisinya. Partai kanan tengah CDU dari Kanselir Angela Merkel gagal bersepakat dengan koalisinya dari kiri tengah SPD mengenai perincian dari paket stimulus senilai €100 miliar. Namun selanjutnya pasangan matauang ini naik kembali ke atas 1.12 ditengah melemahnya dolar AS yang “safe-haven” akibat optimisme akan pembukaan kembali ekonomi Eropa dan stimulus yang mengabaikan keresahan sipil.

Namun dipihak lain, para investor bertumbuh dalam “bullish”nya terhadap stimulus dari ECB. ECB diperkirakan akan memperluas Pandemic Emergency Purchase Program (PEPP) yang saat ini berada pada €750 miliar, setelah bertambah dari €500.

Mencetak lebih banyak uang cenderung melemahkan matauang negara yang bersangkutan, namun tidak begitu halnya di era kasus coronavirus. Tambahan dana dimasa ini bisa berarti pemulihan ekonomi yang lebih cepat, khususnya di negara yang paling keras terpukul seperti Itali dan Spanyol.

Dan dikedua negara besar di Eropa ini, perkembangan sehubungan dengan sakit penyakit telah memberikan semangat. Roma siap menyingkirkan restriksi lebih jauh, termasuk keharusan untuk mengkarantina para pengunjung yang datang. Spanyol melaporkan dua hari berturut-turut tanpa kematian karena Covid-19.

Indikator reproduksi Jerman turun dibawah 1 setelah sempat bergerak sebentar diatas level ini. Dan kafe-kafe di Paris dibuka kembali. Secara keseluruhan, coronavirus kelihatannya sudah berhasil dikontrol dan hal ini mendukung naik matauang bersama Eropa.

Protes terhadap diskriminasi rasial terus berlangsung pada hari berikutnya di Amerika, namun dengan nada yang lebih kalem. Meskipun ada demonstran yang melanggar jam malam dalam beberapa kasus, barisan demonstran kebanyakan berlangsung damai, dan juga Presiden Donald Trump telah menurunkan nada retorikanya. Mundur dari ancaman untuk menurunkan militer.

Keresahan sosial ini telah mendorong para pembuat undang-undang di Capitol Hill mempercepat pembicaraan mengenai paket kelegaan berikutnya – kemungkinan dibawah $3 triliun yang didorong oleh Demokrat, namun berpotensi diatas batas $1 triliun.

Demonstrasi-demonstrasi dan pembukaan kembali kegiatan ekonomi yang tanpa penurunan substansial di dalam kasus coronavirus menunjukkan bahwa AS masih beresiko mengalami gelombang kedua dari coronavirus. Meskipun demikian, hal ini masih membutuhkan waktu untuk menjadi material dan para investor tetap optimisme mengenai kembali ke normal.

Harapan akan stimulus dari Federal Reserve mendorong naik harga saham dan membebani dolar AS yang “safe-haven”.

Laporan employment nasional ADP AS untuk bulan Mei muncul mengejutkan dengan kehilangan pekerjaan hanya 2,7 juta sementara diperkirakan sebesar dibawah 9 juta.

Secara keseluruhan masih ada ruang untuk naik lebih lanjut meskipun dengan “retreat sementara”, dengan “resistance” terdekat berada 1.1241 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1322 dan kemudian 1.1360. Sedangkan “support” terdekat berada di 1.1165 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1125 dan kemudian 1.1070.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here